Selasa, 29 September 2020

9.5. ZAKAT FITRAH DAN ZAKAT MAL - Bagian 1


Materi Pembelajaran Kelas IX SMP

Oleh: Drs. H. A. Suchaimi, MA

GPAI UPT SMPN 5 Gresik

 

KOMPETENSI (DASAR PENGETAHUAN)

3.6. Memahami ketentuan zakat

 

KOMPETENSI DASAR (KETRAMPILAN)

4.8. Mempraktikkan ketentuan zakat

 

 

Menurut bahasa, kata zakat berasal dari kata zakaa yang berarti berkah, bersih, tumbuh, baik dan bertambah, dan juga dapat berasal dari kata zakkaa yang berarti mengembangkan, membersihkan , dan menyucikan.

Zakat yang diperintahkan oleh agama Islam ada 2 (dua) macam, yaitu zakat fitrah (jiwa) dan zakat mal (harta).

 

 A. ZAKAT  FITRAH

 

1.  Pengertian Dan Hukum Zakat Fitrah     

Zakat fitrah artinya zakat atas jiwa atau diri. Zakat fitrah disebut juga zakat nafsi, yakni zakat untuk menyucikan jiwa manusia.

Menurut istilah syari’at, Zakat Fitrah adalah mengeluarkan zakat berupa makanan pokok sebanyak 1 sha’ atau sekitar 2,7 kg setahun sekali pada hari raya idul fitri.

Hukumnya adalah fardhu ‘ain, atau wajib bagi setiap muslim yang memenuhi syarat.

 

2. Syarat Wajib Zakat Fitrah

Setiap muslim yang hidup sampai datangnya hari raya idul fitri, baik anak kecil maupun orang dewasa, wajib mengeluarkan zakat fitrah, jika ia memenuhi tiga syarat sebagai berikut:

a. Beragama Islam

b. Hidup/lahir sebelum malam Hari Raya.

c. Mempunyai kelebihan makanan pokok untuk dirinya dan keluarganya.

Seseorang yang memenuhi syarat di atas wajib mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya sendiri dan untuk semua anggota keluarga yang menjadi tanggungannya, seperti isteri, anak-anak, dan orang lain yang hidupnya menjadi tanggungannya.












 

3. Bentuk Barang Dan Ukuran

Bentuk barang yang dipergunakan untuk zakat fitrah adalah berupa bahan makanan pokok bagi masyarakat yang bersangkutan, seperti beras, jagung (orang Jawa), sagu (orang Maluku), gandum (orang Eropa), kurma (orang Arab), dengan Ukuran Zakat : seberat satu sho’ atau kurang lebih 2,7 kg.

 

4. Waktu Membayar Zakat Fitrah

a. Waktu Mubah (boleh) : sejak tanggal 1 sampai akhir Ramadhan

b. Waktu Wajib (jatuh tempo) : sejak tenggelam matahari akhir Ramadhan (malam hari raya) sampai fajar/subuh.

c. Waktu Mustahab/sunnah (waktu terbaik): Sejak Subuh sampai imam shalat ‘Idul fitri.

d. Waktu Makruh : sejak sehabis shalat ‘id sampai matahari tenggelam pada tanggal 1 Syawal.

e. Waktu Haram : sesudah matahari tenggelam pada tanggal 1 syawal.

 

5. Lafazh niat mengeluarkan zakat Fitrah :

a. Lafazh niat zakat fitrah untuk diri sendiri :

نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِيْ فَرْضًا     لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya : Aku berniat/sengaja mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardhu karena Allah Ta’ala”.

b. Lafazh niat  untuk Isti :

نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ  فَرْضًا     لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya : “Aku niat/sengaja mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardhu karena Allah Ta’ala”.

 

c. Untuk Anak

نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ اِبْنِيْ \ بِنْتِيْ   ......   فَرْضًا     لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya : “Aku niat/sengaja mengeluarkan zakat fitrah untuk anakku, …. (Sebut namanya) fardhu karena Allah Ta’ala”.









 

6. Beberapa Persoalan Zakat Fitrah

Sehubungsan dengan ketentuan (syarat wajib, rukun, waktu, dll), zakat fitrah tersebut, ada beberapa persoalan/pertanyaan yang perlu kamu jawab : 

1) Jika ada orang yang meninggal dunia pada waktu sebagai berikut :

a. Si A berusia 60 tahun, wafat pada tanggal 2 syawal.

b. Si B berusia 15 tahun, wafat di malam terakhir bulan Ramadhan.

c. Si C adalah bayi yang lahir tanggal 5 ramadhan, lalu wafat di waktu maghrib malam hari raya idul fitri.

PERTANYAAN: Apakah ketiga orang tersebut (si A, B, C) wajib mengeluarkan zakat Fitrah?

JAWABAN :

a. si A wajib dikeluarkan zakat fitrahnya, karena dia melewati/mengalami hidup di malam hari raya idul fitri.      

b. si B tidak wajib dikeluarkan zakat fitrahnya, karena dia belum melewati hidup di malam hari raya.

c. Bayi si C wajib dikeluarkan zakat fitrahnya, karena dia melewati atau mengalami hidup di malam hari raya idul fitri, walaupun usianya baru 25 hari.

 

2). Ban Seng Tong adalah seorang cina kaya raya yang beragama Konghucu. Dia hidup di perkampungan mayoritas muslim. Setiap datangnya Hari Raya idul Fitri, dia membagi-bagikan beras kepada tetangganya yang muslim.

PERTANYAAN: Apakah beras yang dibagi-bagikannya itu dianggap merupakan zakat fitrahnya?

JAWABAN : Tidak termasuk zakat Fitrah, karena dia tidak beragama Islam, sedangkan kewajiban zakat fitrah hanya untuk orang yang beragama Islam

 

3). Kalau ada satu keluarga yang terdiri dari seorang bapak, seorang ibu (isteri), 5 orang anak yang masih kecil, dan 3 orang anak yang sudah menikah.

PERTANYAAN: Berapa bagian zakat fitrah yang harus dikeluarkan oleh sang Bapak?

JAWABAN : sang bapak selaku kepala keluarga wajib membayarkan 7 bagian zakat fitrah, dengan rincian :  

* untuk dirinya sendiri 1 bagian (2,7 kg beras)

* untuk istrinya 1 bagian (2,7 kg)

* untuk anak-anaknya yang masih kecil 5 bagian (2,7 x 5 = 13,5 kg)

Jadi beras yang dikeluarkan oleh sang Bapak tersebut untuk zakat fitrah adalah sebanyak : 7 x 2,7 kg = 18,9 kg.

Sedangkan zakat fitrah 3 orang anaknya yang sudah menikah tidak menjadi tanggung jawabnya, akan tetapi mereka sendiri yang membayar zakat fitrahnya.

 


Selasa, 18 Agustus 2020

DOA AKHIR TAHUN DAN AWAL TAHUN (HIJRIYAH)

DOA AKHIR TAHUN (HIJRIYAH)

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى  سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْنَا فِى هٰذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيتَنَا عَنْهُ فَلَمْ نَـتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَيْنَا بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِنَا, وَدَعَوْتَنَا اِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِنَا عَلَى مَعْصِيَتِكَ, فَاِنَّنَا نَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلَنَا بِفَضْلِكَ, وَمَا عَمِلْنَا فِيْهَا مِمَّا تَرْضَهُ وَوَعَدْتَنَا عَلَيْهِ الثَّوَابَ, فَنَسْئَلُكَ اَللّٰهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالاِكْرَامِ, اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنَّا وَلاَ تَقْطَعَ رَجَائَنَا مِنْكَ يَاكَرِيْمُ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.


ALHAMDU LILLAAHI ROBBIL 'AALAMIIN. ALLOOHUMMA SHOLLI 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD, WA 'ALAA AALIHII WASOHBIHII AJMA'IIN.

ALLOOHUMMA MAA 'AMILNAA FII HAADZIHIS-SANATI MIMMAA NAHAITANAA 'AN-HU, FALAM NATUB MIN-HU WALAM TARDHOHUU WALAM TANSAHUU, WA HALIMTA 'ALAINAA BA'DA QUDROTIKA 'ALAA 'UQUUBATINAA, WA DA'AUTANAA ILAT-TAUBATI MIN-HU BA'DA JUR-ATINAA 'ALAA MA'SIYATIKA, FA INNANAA NASTAGHFIRUKA, FAGHFIRLANAA BIFADHLIKA. WAMAA 'AMILNAA FIIHAA MIMMAA TARDHOOHU WAWA'AD-TANAA 'ALAIHIS-TSAWAABA, FA NAS-ALUKALLOOHUMMA YAA KARIIMU YAA DZSAL JALAALI WAL IKROOMI, AN TATAQOBBALAHUU MINNAA WALAA TAQTO'A ROJAA-ANAA MINKA YAA KARIIM.

WASHOLLALLOOHU 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD, WAL-HAMDU LILLAAHI ROBBIL 'AALAMIIN. 


Artinya:“Ya Allah, apa saja yang kami kerjakan pada tahun ini dengan melanggar perintah-Mu dan kami belum bertaubat dan Engkau tidak melupakannya, padahal Engkau kuasa untuk itu. Dan Engkau telah bersantun (dengan kasih sayang-Mu)  setelah Engkau berkuasa memberikan siksa kepada kami  dan Engkau telah mengajak kami untuk bertaubat sesudah kami berani melakukan maksiat. Karena itulah ya  Allah, kami mohon ampunan-Mu, dan berilah ampunan kepada kami dengan anugerah-Mu. Ya Allah, segala apa yang telah kami kerjakan selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang telah Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, kami mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Murah, semoga berkenan menerima segala amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu wahai Dzat yang Maha Murah. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan atas junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabatnya”.



DOA AWAL TAHUN (HIJRIYAH)

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. أَللّٰهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى  سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. 

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ اْلاَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ. وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَجُودِكَ الْمُعَوَّلِ. وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ. نَسْئَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَاَوْلِيَائِهِ وَجُنُوْدِهِ, وَالْعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ, وَاْلاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنَا اِلَيْكَ زُلْفَىً يَاذَالْجَلاَلِ وَالاِكْرَامِ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.  وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ


ALHAMDU LILLAAHI ROBBIL 'AALAMIIN. ALLOOHUMMA SHOLLI 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD, WA 'ALAA AALIHII WASOHBIHII AJMA'IIN.

ALLOOHUMMA ANTAL ABADIYYUL QODIIMUL AWWALU, WA 'ALAA FADHLIKAL 'AZHIIMI WAJUUDIKAL MU'AWWAL. WA HAADZAA 'AAMUN JADIIDUN QOD AQBAL. AS-ALUKAL 'ISH-MATA FIIHI MINASY-SYAITHOONI WA AULIYAA-IHII WAJUNUUDIHII, WAL 'AUNA 'ALAA HAADZIHIN-NAFSIL AMMAAROTI BIS-SUU-I WAL ISY-TIGHOOLA BIMAA YOQORRIBUNAA ILAIKA ZULFAA, YAA DZAL JALAALI WAL IKROOMI.

WASHOLLALLOOHU 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD, WAL-HAMDU LILLAAHI ROBBIL 'AALAMIIN. 


Artinya : “Ya Allah, Engkau dzat yang abadi,  yang dahulu dan awal. Atas anugerah-Mu dan kemurahan-Mulah Dzat yang Agung kami menggantungkan (nasib). Kini tahun baru telah tiba, kami mohon kepada-Mu penjagaan sepanjang tahun ini dari segala godaan syetan dan jin serta tentaranya. Dan berilah pertolongan untuk menghindarkan diri dari gangguan-gangguan nafsu yang mengajak melakukan kejahatan. Dan bimbinglah kami dengan segala yang dapat mendekatkan kami dengan-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Mulia. Semoga Allah memberi rahmat kepada tuan kami Muhammad SAW , keluarga dan sahabatnya semua”. 


Penjelasan:

Doa awal tahun yang dimaksud adalah doa awal tahun menurut kalender hijriyah, yang jatuh pada tanggal 1 Muharram. Dalam adat Jawa dikenal dengan istilah tanggal 1 syura.

Do’a tersebut di baca sebanyak 3 (tiga) kali setelah matahari tenggelam pada akhir bulan Dzulhijjah memasuki tanggal 1 Muharram. Setelah itu baru mengerjakan shalat maghrib.

Faedahnya: syaitan tidak akan mengganggu orang yang membacanya, karena Allah telah mewakilkan dua malaikat yang selalu memeliharanya.


Sabtu, 15 Agustus 2020

9.4. BERIMAN KEPADA QODLO DAN QODAR BERBUAH KETENANGAN HATI

Materi Pembelajaran Kelas IX SMP

Oleh: Drs. H. A. Suchaimi, MA

GPAI UPT SMPN 5 Gresik

KOMPETENSI (DASAR PENGETAHUAN)

3.4. Memahami makna iman kepada Qadha dan Qadar berdasarkan pengamatan terhadap dirinya, alam sekitar dan makhluk ciptaan-Nya

KOMPETENSI DASAR (KETRAMPILAN)

4.4. Menyajikan dalil naqli tentang adanya Qadha dan Qadar

  

A.  PENGERTIAN DAN DALIL NAQLI

Qodho’ mempunyai banyak arti, sebagaimana disebutkan  dalam Alqur’an, yaitu : hukum, menghendaki dan  menjadikan. Qodho’ menurut istilah, adalah ketetapan yang telah dikehendaki atau direncanakan oleh Allah SWT terhadap semua makhlukNya, baik yang akan terjadi di dunia maupun di akhirat kelak. Qodho’ ini ditetapkan oleh Allah sejak zaman azali, yaitu zaman sebelum alam semesta diciptakan.

Qodar, dalam Alqur’an mempunyai arti: ukuran, ketetapan dan ketentuan. Qodar menurut istilah, adalah : Ketentuan Allah yang terjadi atau berlaku pada setiap makhlukNya sesuai dengan ukuran atau batas yang telah ditentukan sejak zaman azali.

Ringkasnya, Qodho’ itu merupakan rencana atau kehendak, sedang Qodar merupakan pelaksanaan atas rencana (qodho’) tersebut. Istilah Qodho’ dan Qodar dapat disebut Taqdir. Jadi, Taqdir itu artinya proses terjadinya qodho’ dan qodar.

Iman Kepada Qodho’ dan Qodar berarti : meyakini adanya qodho’ dan qodar Allah SWT yang diberlakukan kepada setiap makhlukNya.

Ada dan tidak adanya alam ini beserta seluruh peristiwa yang terjadi  di alam semsta ini tidaklah terjadi secara kebetulan, melainkan sudah ditentukan oleh Allah SWT sebelumnya, sesuai dengan rencana dan kehendakNya.

Allah SWT berfirman (QS. 57 Al-Hadid ayat 22)

مَآ أَصَابَ مِنْ مُصِيْبَةٍ فِى الْأَرْضِ وَ لَا فِيْ أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِيْ كِتٰـبٍ مِّنْ قِبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَاۚ إِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ 

Artinya: Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. 

Dalil Naqli tentang qodho dan qodar

a. QS. 4 An-Nisa’ ayat 78

أَيْنَمَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُشَيَّدَةٍۗ وَ إِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُوْلُوْا هٰـذِهِ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِۖ وَ إِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُوْلُوْا هٰـذِهِ مِنْ عِنْدِكَۚ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِۖ فَمَالِ هٰـؤُلَآءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا *

Artinya : “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh,. Dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?”

b. QS.  25  Al-Furqon ayat 2

... وَخَلَقَ كُلَّ شَيْئٍ فَقَدَّرَهٗ تَقْدِيْرً *

Artinya : “ … dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya”. 

c. QS. 35  Fathir ayat 2

مَا يَفْتَحُ اللّٰهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَاۖوَمَا يُمْسِكَ فَلَا مُرْسِلَ لَهٗ مِنْ بَعْدِهِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ *

Artinya : “Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

 

B.  MACAM, TANDA DAN FUNGSI IMAN KEPADA QODHO’ DAN QODAR 

1. Macam-Macam Taqdir

Apapun yang terjadi pada makhluk, sebenarnya sudah ditentukan qodho’nya oleh Allah sejak zaman azali. Setelah qodho’ itu sudah menjadi qodar (: taqdir, peristiwa yang sudah terjadi) maka taqdir itu ada yang bisa berubah untuk diproses menjadi taqdir baru pada masa berikutnya, dan ada pula yang tidak dapat berubah. Karena itu taqdir ada dua macam, yaitu: 

a. Taqdir Mubrom,

Yaitu taqdir yang sudah pasti berlaku (telah terjadi) dan tidak dapat diubah atau dielakkan. Misalnya, kematian, kelahiran dan lain lain.

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَ لَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَآءَ اللّٰهُ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌۚ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَئْخِرُوْنَ سَاعَةًۖ  وَلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ *

Artinya : “Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. tiap-tiap umat mempunyai ajal[696]. apabila telah datang ajal mereka, Maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya). (QS. 10 Yunus ayat 49) 

b. Taqdir Mu’allaq,

Yaitu taqdir yang sudah pasti berlaku (telah terjadi) dan masih ada kemungkinan dapat diubah menjadi taqdir baru dimasa mendatang, dengan jalan ikhtiyar (usaha), do’a dan atas izin serta kehendak Allah SWT.

... إِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوْا مَا بِأَنْفُسِهِمْۗ ....

Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.  (QS. 13 Ar-Ra’d ayat 11)

 

2. Tanda-Tanda Orang Yang Beriman Kepada Qodho’ Dan Qodar

a. Selalu tabah dan sabar, karena ia yakin bahwa musibah itu merupakan peringatan dan ujian dari Allah SWT untuk menaikkan derajat dan kualitas imannya.

b. Selalu bersyukur dan tidak sombong bila mendapat nikmat, karena ia yakin bahwa segala nikmat itu dari Allah SWT untuk menguji keimanan.

c.   Selalu optimis dalam setiap usaha, baik dalam belajar maupun bekerja.

d. Tidak meninggalkan berdo’a dan berserah diri kepada Allah (tawakkal) setelah berusaha.

e. Selalu menjaga diri dari berbuat dosa terutama dosa syirik. Ia lebih yakin kepada Allah SWT dari pada kepada selain Dia.

 

3. Fungsi Iman Kepada Qodho’ Dan Qodar

a. Membangkitkan semangat berusaha dan bekerja

b. Membangkitkan semangat beribadah dan berdo’a

c. Menumbuhkan sikap tawadlu’ kepada Allah SWT

d. Menumbuhkan sekap sabar dan syukur

e. Terhindar dari sikap sombong/takabbur

f. Terhindar dari sikap pesimis dan putus asa

 

 

 

  




Jumat, 14 Agustus 2020

9.3. MEYAKINI HARI AKHIR DAN BERTEKAD MENGAKHIRI KEBURUKAN DIRI

Materi Pembelajaran Kelas IX SMP

Oleh: Drs. H. A. Suchaimi, MA

GPAI UPT SMPN 5 Gresik

KOMPETENSI (DASAR PENGETAHUAN)

3.3. Memahami makna iman kepada Hari Akhir berdasarkan pengamatan terhadap dirinya, alam sekitar, dan makhluk ciptaannya

KOMPETENSI DASAR (KETRAMPILAN)

4.3. Menyajikan dalil naqli yang menjelaskan gambaran kejadian hari akhir

  

A.  KEPASTIAN DATANGNYA HARI  KIAMAT

1. Pengertian :

 

Beriman kepada hari Akhir atau Hari Kiamat merupakan rukun iman yang kelima.

Iman kepada hari akhir artinya yakin dan percaya bahwa kehidupan di alam dunia ini akan berakhir & hancur (Kiamat), kemudian diganti dengan suatu kehidupan yang baru di alam akhirat yang abadi.

Menurut bahasa, kiamat artinya hancur, rusak, binasa, mati. Iman kepada Hari Kiamat berarti yakin dan percaya bahwa alam dunia / alam semesta beserta seluruh makhluk yang ada didalamnya akan hancur dan rusak secara total, kemudian diganti dengan alam baru yang disebut alam akhirat.

Peristiwa terjadinya kiamat atau kehancuran alam semesta terbagi menjadi dua:

a. Kiamat shughro ialah peristiwa kehancuran, kerusakan, atau kematian sebagian alam/makhluk. Misalnya matinya manusia, matinya ikan, rusaknya mobil, terjadi banjir, kebakaran hutan, dan kerusakan lainnya.

b. Kiamat kubro ialah peristiwa kehancuran alam semesta dan seluruh makhluk secara total, lalu berganti dengan alam baru: alam akhirat. Hanya Alloh SWT saja yang tidak hancur. Sebagaimana firmanNya :

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ * وَ يَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَ الْإِكْرَامِ *

Artinya : " Semua yang ada (di alam semesta ini) akan hancur-binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan." (QS Ar-Rahman,[55] : 26-27)

 

2. Nama-nama lain hari kiamat :

1) Yaumul Qori'ah (Hari kegemparan); 2).Yaumul Zalzalah (Hari gonjang-ganjing /gempa);  3).Yaumus Shokh-khoh (Hari yang memekakkan telinga);  4).Yaumur Roojifah (Hari gempa besar); 5).Yaumul Waqi'ah (hari kejatuhan, karena seluruh benda langit jatuh);  6). Yaumul Ghosyiyah  (Hari pingsan, sebab kehidupan makhluk terhenti);  7).Yaumut-Thommah (Hari kesulitan);  8).Yaumul Ba'ts  (Hari kebangkitan);  9).Yaumul Haqqoh (Hari kebenaran, janji Allah terbukti benar);  10).Yaumul Jam'iy (hari  berkumpul manusia);  11).Yaumul Makhsyar (Hari manusia dikumpulkan di makhsyar);  12).Yaumul Hisab (Hari perhitungan amal);  13).Yaumul Mizan (Hari penimbangan amal manusia);  14).Yaumul Fashli (Hari keputusan);  15).Yaumul Jaza' (Hari pembalasan);  16).Yaumul Hasroh (Hari penyesalan);  17).Yaumut-Talaq (Hari pertemuan kaum beriman dengan Allah di surga);  18).Yaumul Qori'ah (Hari menggentarkan hati), dll.

 

3. Kepastian Hari Kiamat.

Kita wajib yakin dan percaya bahwa kiamat kubro (kehancuran total alam semesta) pasti terjadi, tidak boleh diragukan kepastiannya. Alloh SWT berfirman :

وَ أَنَّ السَّاعَةَ  ءَاتِيَةٌ  لَا رَيْبَ  فِيْهَا وَ أَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ

Artinya : " dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah mem-bangkitkan semua orang dalam kubur." (QS Al-Hajj,[22] : 7)

Kapan kiamat kubro terjadi? Jawabannya adalah : tidak ada yang tahu kecuali Alloh SWT. Jangankan manusia, termasuk para Nabi, para Malaikat pun tidak tahu kapan terjadinya kiamat. Jika ada orang yang mengaku tahu dan mampu meramalkan kapan terjadinya kiamat, maka jelaslah bahwa pengakuan dan ramalan orang tersebut dipastikan bohong. Faktanya, banyak ramalan tentang kiamat yang tidak terbukti kebenarannya.

Alloh berfirman dalam QS Al-A'rof,[7] : 187 :

يَسْئَلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسٰهَاۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْۖ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَآ إِلَّا هُوَۚ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِۚ لَا تَأْتِيْكُمْ إِلَّا بَغْتَةًۗ  يَسْئَلُوْنَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَاۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَأ يَعْلَمُوْنَ *

Artinya: “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Kapan terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui". (QS Al-A'rof,[7] : 187).

 

4. Tanda-Tanda Datangnya Hari Kiamat.

Meskipun kita tidak tahu kapan terjadinya kiamat, akan tetapi Alloh SWT memberitahukan tanda-tanda datangnya kiamat melalui ayat Al-Qur’an dan sabda Rasululloh SAW.

Tanda-tanda datangnya kiamat ada dua macam : a). Tanda kecil  dan  b). Tanda besar (‘Alamat Kubro).

a). Tanda kecil (‘Alamat Shughro).

Tanda-tanda kecil (‘alamat sughro)  kiamat  seperti  yang  disebutkan oleh Hadis Nabi antara lain :

1). Ada dua golongan umat Islam yang saling bermusuhan, padahal dakwahnya sama.

2). Ilmu (agama) dilenyapkan dengan wafatnya ulama.

3). Terjadi gempa bumi di mana-mana

4). Waktu terasa cepat, dan jarak terasa dekat.

5). Banyak timbul fitnah yang membuat umat Islam terpecah-pecah dalam aliran-aliran/isme.

6).  Terjadi Haroj : pembunuhan akibat fanatisme golongan (teroris)

7). Harta melimpah, hingga sulit mencari mustahiq zakat.

8). Masyarakat sama bermegah-megahan (hidup mewah) dan bersaing dalam mendirikan gedung pencakar langit.

9). Penyalahgunaan jabatan dan penempatan posisi yang tak sesuai dengan profesinya

10). Budak melahirkan tuannya. Artinya, anak berani pada orang tua, suami diperbudak oleh isterinya.

11). Perzinahan, mabuk-mabukan,  perjudian dan rente terjadi di mana-2.

12). Menghormati orang karena takut pada tindakan/kejahatannya.

13). Jumlah wanita jauh melebihi pria

14). Banyak wanita berpenampilan pria dan pria berpenampilan wanita.

 

b). Tanda besar (‘Alamat Kubro).

Ada 10 Tanda, seperti sabda Nabi SAW  "Sungguh, tak akan terjadi hari kiamat sebelum ada 10 tanda, yaitu gerhana di timur, gerhana di barat, gerhana di jazirah Arab, keluarnya asap/kabut, keluarnya Dajjal, muncul Dabbah, Ya'juj dan Ma'juj, matahari terbit dari barat, keluar api dari ujung Aden orang tamasya, dan turunnya Nabi Isa". (HR Muslim)

Dajjal. Banyak versi & interpretasi tentang Dajjal, diantaranya: menurut H.R. Bukhari dan Muslim, Dajjal ialah gerombolan kaum Yahudi, pemfitnah dan penipu ulung dengan berbagai propaganda hingga mampu menjerumuskan kaum muslimin meninggalkan agama-nya. Bersama Nabi Isa a.s., kaum muslimin & imam Mahdi akan mengalahkan Dajjal.

"Dabbah" ini binatang misterius yang dapat berbicara, mengingatkan manusia dan menunjukkan kepalsuan atau ketidakbenaran ajaran non Islam. (QS An-Naml : 82).  

Ya'juj dan Ma'juj. Raja Iskandar Dzul Qornain (Alexandre the Great) menaklukkan daerah Armenia-Azerbaijan (Rusia). Rakyat setempat mengadukan Ya'juj dan Ma'juj yang membuat kerusakan di bumi kepada Raja Iskandar, lalu beliau membangun tembok tinggi dari leburan besi untuk mengurung Ya'juj dan Ma'juj, sampai batas waktu tertentu/kiamat (QS Al-Kahfi: 94). Menjelang kiamat, tembok itu akan runtuh, maka keluarlah Ya'juj dan Ma;juj untuk membuat kerusakan di muka bumi. (QS Al-Anbiya' :96).

Muncul dan turunnya Nabi Isa di kalangan kaum muslimin pada akhir jaman (HR Bukhari, Abu Dawud). Tugas dan kedudukan Nabi Isa ketika itu, antara lain : 1) menjadi pemegang pemerintahan yang adil dan jujur;  2) menghancurkan salib; 3) membunuhi babi-babi;  4) menghapus pajak;  5) harta melimpah & hidup penuh sejahtera;  6) agama yang disiarkan adalah Islam, bukan nasrani; 7) Bersama Imam Mahdi dan kaum Muslim, beliau memerangi dan membunuh Dajjal.

Tanda besar lainnya : Munculnya Imam Mahdi, seperti yang dijelaskan oleh Hadis Nabi Riwayat imam Muslim, Hakim dan Turmudzi. Imam Mahdi akan menjadi pemimpin yang jujur, adil, menegakkan syariat Islam sehingga sinar Islam memancar terang. Hal ini tak lebih dari 7 tahun berkuasa. Setelah itu disusul keluarnya Dajjal, dan turunnya Nabi Isa

 

                                                    

B.  BEBERAPA PERISTIWA SESUDAH KIAMAT  

 

Setelah munculnya Tanda-Tanda besar di atas, lalu terompet sangkakala ditiup pertama kali oleh malaikat Isrofil, maka seluruh makhluk mati dan alam semesta hancur secara total (kiamat kubro). Manusia hidup di alam barzah.

Peristiwa-peristiwa setelah kiamat kubro sebagai berikut :

 

1. Yaumul Barzakh

Yaumul barzakh adalah peristiwa dimana ruh manusia hidup di alam barzah setelah matinya, sambil menunggu tibanya Ba'ats.

ثُمَّ أَمَاتَهٗ  فَأَقْبَرَهٗ* ثُمَّ إِذَا شَآءَ أَنْشَرَهٗ *

Artinya: “Kemudian dia mematikannya dan memasukkannya ke alam kubur.  Kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali (dari kematian). (QS Abasa : 21-22).

Alam barzah juga disebut:  alam kubur, atau alam penantian datangnya hari kebangkitan dari kematian/Ba'ats. Disebut pula Nafkhotaan, yaitu suatu masa diantara dua tiupan terompet malaikat Isrofil.

Di alam barzakh ini, bakal ada pertanyaan malaikat Munkar-Nakir, dan ada nikmat dan siksa kubur. Bagi orang yang beriman dan beramal baik, ia mendapat nikmat kubur. dan bagi orang kafir atau orang mukmin berdosa dan ahli maksiat, ia memperoleh siksa kubur.

 

2. Yaumul Ba'ats (Bangkit dari Kematian)

Yaumul Ba'ats yaitu peristiwa dibangkitkannya manusia dari kematian / dari alam kuburnya.

وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَصَعِقَ مَنْ فِى السَّمٰوَاتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ إِلَّا مَنْ شَآءَ  اللَّهُۖ  ثُمَّ نُفِخَ  فِيْهِ  أُخْرَى  فَإِذَا هُمْ  قِيَامٌ  يَنْظُرُوْنَ *

Dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi Maka tiba-tiba mereka bangkit berdiri menunggu (putusannya masing-masing)”. (QS Az-Zumar: 68)

Allah  SWT berfirman dalam QS Zalzalah : 6,

يَوْمَئِذٍ  يَّصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا  لِّيُرَوْا أَعْمٰلَهُمْ *

Artinya: “Pada hari (Ba'ats) itu, manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) perbuatannya"

 

3. Yaumul Hasyr

Yaumul Hasyr yaitu peristiwa digiring dan dikumpulkannya manusia menuju ke padang Makhsyar setelah dibangkitkan dari kuburnya (Yaumul Ba’ats).

Setelah malaikat Isrofil meniup terompet sangkakala yang kedua ini, maka seluruh manusia yang sudah mati sejak jaman Nabi Adam sampai akhir jaman nanti dihidupkan kembali dalam keadaan bermacam-macam, lalu digiring ke Makhsyar untuk menghadapi Hisab, Mizan, dan menerima buku catatan amalnya.

Allah SWT berfirman :

وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَصَعِقَ مَنْ فِى السَّمٰوَاتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ إِلَّا مَنْ شَآءَ اللَّهُۖ  ثُمَّ نُفِخَ فِيْهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ  قِيَامٌ  يَنْظُرُوْنَ *

Dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi Maka tiba-tiba mereka bangkit berdiri menunggu (putusannya masing-masing)”. (QS Az-Zumar: 68)

Pada hari digiringnya manusia menuju ke Makhsyar ini, kondisi manusia dalam keadaan susah, gerah, kepanasan seolah-olah mereka tepat berada di bawah matahari. Mereka sibuk mengurusi keselamatan dirinya sendiri, sehingga lupa terhadap orang tuanya, anak-isterinya, dll.

Pada saat penggiringan ini, Alloh SWT memberi pertolongan berupa naungan & perlindungan kepada 7 orang, dari panasnya padang Makhsyar, yaitu : (1). Pemimpin yang adil;  (2). Orang yang sejak mudanya tekun beribadah;  (3). Orang yang hatinya selalu terpaut & ingin di Masjid;  (4). Dua orang yang saling mengasihi karena Alloh, bertemu dan berpisah pun karena Alloh;  (5). Orang yang mampu memelhara dan mengendalikan hawa nafsu seksualnya;  (6). Orang yang selalu merahasiakan shodaqohnya; (7). Orang yang suka berdzikir / ingat kepada Alloh di kesunyian malam.

 

4. Yaumul Hisab, Mizan, Ita-ul Kitab, dan Haudh.

Setelah berada di Makhsyar, mereka akan mengalami 4 peristiwa sebagai berikut :

1). Hisab yaitu peristiwa penghitungan amal baik dan buruk manusia selama hidupnya di dunia, berdasarkan buku catatan malaikat Rokib dan ‘Atid..

2). Mizan yaitu peristiwa penimbangan amal baik dan buruk, atau dosa dan pahala manusia selama hidupnya di dunia.

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهُ * فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَاضِيَةٍ * (القارعة : ۱۰۱)

ارتيپا : "اداڤون اوراڠ اوراڠ ياڠ بّرات تيمباڠان كبايكانۑا، ماكا ديا بّرادا دالام كهـيدوڤان ياڠ مّمواسكان".  .(QS Al-Qori’ah: 6-7)

وَ أَمَّا مَنْ خَفَّتْ   مَوَازِيْنُهُ * فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ *

ارتيپا : "دان اداڤون اوراڠ اوراڠ ياڠ ريڠان تيمباڠان كبايكانۑا، ماكا تّمڤات

كمباليۑا ادالاه نّراكا هَاوِيَه"(QS Al-Qori’ah: 8-9)

 3). Ita-ul Kitab, yaitu peristiwa penerimaan kitab / buku catatan amal hasil dari Hisab dan Mizan. 

4). Haudh, yaitu peristiwa mampir ke Telaga. Para Nabi dan Rasul memiliki telaga tempat minum bagi umatnya. Nabi Muhammad pun memiliki telaga (Haudh) yang disebut telaga Kautsar, hanya calon penghuni surga dari kalangan umat Islam yang dapat menikmati lezatnya air telaga Kautsar ini. Sekali meminumnya, maka selamanya tidak akan merasakan kehausan.

 

5. Shiroth

Shiroth yaitu jalan, titian atau jembatan di atas punggung neraka untuk dilewati manusia dari makhsyar menuju ke sorga. (HR Muslim). Orang yang beriman dan beramal sholeh akan selamat sampai ke surga. Sedangkan orang kafir akan jatuh ke neraka selamanya, dan juga orang mukmin yang ahli maksiat, namun akan dientaskan ke surga setelah dosanya bersih.

Orang yang pertama kali menyeberangi Shiroth adalah Nabi Muhammad beserta umatnya, disusul kemudian oleh para Nabi beserta umatnya. Tak satupun kata terucap dari mulut para Nabi, kecuali do'a: "Alloohumma Sallimni. Ya Allah selamatkan kami". (HR Muslim)

 

6. Surga dan Neraka

Surga ialah tempat peristirahatan kaum beriman, sebagai balasan dari keimanan dan amal baiknya. Luasnya seluas langit dan bumi

وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوَاتُ وَ الْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ *

Artinya: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”.  [QS.Ali Imran (3) : 133]

Penghuninya menerima nikmat tiada tara yang terus menerus tiada henti. Nikmat terbesar ialah melihat Dzat Allah secara langsungز

وُجُوْهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ * إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ *

Artinya: “Wajah-wajah (orang yang beriman) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat”.  (QS Al-Qiyamah,[75]: 22-23).

Sifat Surga. Allah dan Rasulullah mensifati surga antara lain : ada sungai mengalir di bawah gedunggedung megah (QS.47:15, QS.2:25). Ada berbagai pohon dengan buah menawan hati (QS.56:20). Dilayani bidadari muda cantik bermata jelita, penurut lagi sopan (QS.37: 49, QS.56: 35-37). Tak ada rasa dengki dan permusuhan (QS.15: 45-48). Tak ada ucapan kotor, tetapi ucapan mensucikan Allah dan perkataan Salaam (QS.56: 25-26), serta ucapan para malaikat: Salaamun 'alaikum bimaa shobartum (QS.13 : 23-24). Dan lain-lain.

Beberapa Nama  Surga antara lain surga Firdaus, surga 'Adn, surga khuldi, surga Na'im, surga Ma'wa, dan surga Darussalam.

Neraka ialah tempat penyiksaan, sebagai balasan bagi orang kafir dan orang yang berdosa, bermaksiat dan durhaka kepada Allah.

Nama-nama Neraka, antara lain : Hawiyah, Khuthomah, Lazho, Sa'ir, Saqor, Jahim, dan neraka Jahannam.

Sifat-sifat neraka : Bahan bakarnya dari manusia dan batu (QS.66 : 6). Penuh sesak dan tidak ada tempat luang (QS.50:30). Makannya: pohon zaqqum berduri dan pahit, buruk dan bacin seperti bangkai (QS.37: 6267). Pakaian dan tempat tidurnya berupa api, mandinya air mendidih, dicambuki cemeti besi (QS.22: 19-22). Disiksa terus menerus tanpa henti dan tak kenal mati (QS.87: 11-13). Jika badannya hancur, lalu dikembalikan seperti semula, terus disiksa (QS.4: 56). Perbandingan panas di neraka dan  di dunia ialah 1 : 70 (HR Bukhari, Muslim). Siksa teringan ialah mereka diberi sandal dari api, jika dipakai berjalan maka seluruh tubuh sampai otak mendidih.

 

C. FUNGSI BERIMAN KEPADA  HARI AKHIR  

1.   Meningkatkan iman dan  taqwa.                          

2. Memberi motifasi untuk beramal sholeh dan beribadah, sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat.

3.  Menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya (dosa dan maksiat).

4. Mempererat tali persaudaraan dan berbuat baik sesama manusia.

5.  Banyak beristighfar, taubat dan saling memaafkan sesama manusia.

6. Meningkatkan semangat belajar, mengajarkan dan mengamalkan