Senin, 22 Mei 2017

1. MEYAKINI KITAB-KITAB ALLAH, MENCINTAI AL-QUR’AN





Bahan Ajar dan Latihan Soal PAI Kurikulum 13
Untuk Siswa Kelas VIII Semester Ganjil
SMPN 1 Cerme Gresik – Jawa Timur
________________________________
Penulis :
Drs. H. ACHMAD. SUCHAIMI



A. PENGERTIAN IMAN KEPADA KITAB ALLAH

1. Agama Dan Kitab Suci

Kitab suci merupakan ciri khas dari keberadaan suatu agama. Agama yang tidak memiliki kitab suci tidak dapat disebut agama. Seluruh agama di dunia ini secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni Agama Samawi dan Agama Ardhi.
1). Agama Samawi (agama langit), disebut juga Agama Wahyu atau Agama Semit. Sesuai dengan namanya, agama ini bersumber pada wahyu yang diturunkan Alloh SWT (dari langit) kepada para Nabi dan Rasul-Nya untuk disebarluaskan kepada umat manusia. Agama ini berpokok pada konsep Keesaan Alloh SWT, sehingga disebut juga Agama Monotheisme atau Agama Tauhid. Dalam perkembangannya, agama ini terbagi menjadi tiga agama besar. Lihat skema
2). Agama Ardhi (agama bumi), disebut juga Agama bukan wahyu atau Agama Budaya  Sesuai dengan namanya, agama ini bersumber pada hasil cipta-rasa-karsa manusia, dan tidak berdasarkan wahyu yang diturunkan Alloh SWT (dari langit), serta tidak mengenal adanya Nabi dan Rasul. Agama ini mengajarkan adanya banyak tuhan (politheisme), bertuhankan kepada selain Alloh SWT seperti patung-berhala (paganisme), manusia, jin, thaghut.


2. Pengertian Iman Kepada Kitab Suci Alloh SWT

Secara etimologi (pengertian bahasa), kitab artinya buku. Sedangkan secara terminologi (istilahy), Kitab Alloh ialah buku kumpulan wahyu yang diturunkan Alloh SWT  kepada para Nabi dan Rasul melalui malaikat Jibril untuk dijadikan sebagai pedoman hidup bagi manusia.
Pengertian Iman kepada Kitab Alloh berarfti meyakini dan mempercayai bahwa Alloh SWT menurunkan wahyu kepada para Nabi dan Rasul melalui perantaraan malaikat Jibril, yang terkumpul dalam Kitab suci (Buku bacaan suci) untuk dijadikan sebagai pedoman hidup bagi manusia.
Kaum muslimin wajib ‘ain  mengimani Kitab-kitab Suci agama samawi yang diturunkan Alloh SWT dan dilarang mengimani kitab-kitab suci agama ardhi yang bersumber dari pikiran manusia.
Kaum muslimin wajib beriman bahwa Kitab-kitab Alloh SWT itu bukan buatan manusia dan bukan karangan para Nabi dan Rosul, akan tetapi benar-benar wahyu yang diturunkan Alloh SWT kepada para Nabi dan Rosul.


3.  Cara Mengimani Kitab-Kitab Alloh SWT
Cara mengimaninya ada dua macam :
a. Cara mengimani kitab-kitab suci Allah sebelum Al-Qur’an :
1). Meyakini bahwa Kitab-kitab tersebut benar-benar wahyu Allah dan bukan karangan para Nabi-Rosul.
2). Wajib mengimani kebenaran isi kandungannya secara ijmali (garis besar), dan tidak dituntut untuk mempelajari atau mengetahuinya secara tafshili (rinci, detail).
3).  Ajaran syari’at para nabi terdahulu sudah diganti dengan syariat Islam yang terkandung didalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, kita tidak boleh mengamalkan ajaran syari’at para nabi yang terkandung dalam kitab suci mereka. 
b. Cara mengimani kitab suci Al-Qur’an :
1). Meyakini bahwa kitab suci Al-Qur’an itu benar-benar wahyu Alloh SWT, bukan karangan Nabi Muhammad SAW.
2). Meyakini bahwa isi kandungan Al-Qur’an dijamin keaslian dan kebenarannya.
3). Senang membaca, mempelajari dan memahami isi kandungan Al-Qur’an.
4).        Mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.



B.  KITAB-KITAB SUCI ALLOH SWT

1. Pengertian Kitab dan Shuhuf

Wahyu Alloh SWT yang diturunkan kepada para Nabi dan Rosul itu ada yang mereka hafal saja tetapi tidak ditulis, dan ada yang mereka hafal sekaligus mereka tulis. Wahyu Alloh SWT yang sempat mereka tulis tersebut ada yang disebut Kitab dan ada yang disebut  Shuhuf.
Perbedaannya : Kitab berisi kumpulan tulisan wahyu Allah dalam bentuk buku (dijilid), sedangkan Shuhuf  berisi tulisan wahyu dalam bentuk brosur atau lembaran-lembaran terpisah (tak dijilid). Dan dilihat dari segi isinya, Kitab isinya lebih lengkap daripada Shuhuf.

2. Macam-Macam Kitab dan Shuhuf, beserta Isi Kandungannya.

Keseluruhan Kitab dan Shuhuf yang pernah diturunkan Alloh SWT kepada para Nabi sangat banyak jumlahnya. Kita hanya dituntut untuk mengetahui 4 buah Kitab Suci yang meliputi Taurat, Zabur,  Injil, dan Al-Qur’an,.serta mengetahui 2 buah Shuhuf sebagaimana yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Musa. Alloh SWT berfirman:
إِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْأُوْلَى ,  صُحُفِ إِبْرَاهِيْمَ وَمُوْسَى 
ارتيپا : سّسوڠݤوهپا ايني تّرداﭬات ديدالام صُحُفْ تّرداهولو, ياايتو صُحُفْپا نَبِي ابراهيم دان نبي موسى

Sesuai dengan keterangan Menurut Hadis Nabi, bahwa Shuhuf yang pernah diturunkan Alloh SW ada 100 shuhuf (lembar), yaitu:
a. 30 shuhuf miliknya Nabi Idris           
b. 50 shuhuf miliknya Nabi Syits (putra Nabi Adam).                        
c. 10 shuhuf miliknya Nabi Ibrahim.
d. 10 shuhuf miliknya Nabi Musa (selain Kitab Taurat).
Isi kandungan Kitab-kitab Suci dan Shuhuf secara garis besar (ijmali), adalah mengajarkan aqidah Tauhid (monotheisme) yang benar dan murni, yaitu mengajarkan agar hanya menyembah Alloh SWT dan melarang menyekutukan-Nya dengan Thoghut (syetan dan apa saja yang dianggap tuhan selain Alloh SWT). Di samping itu juga berisi hukum syariat sesuai dengan kondisi umatnya.
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلَا اَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوْا الطَّاغُوْتَ (سورة النحل: ٣٦)
ارتيپا : "سّسوڠݤوهپا كامي تلاه مڠوتوس رَسول ﭬادا تياڤ- تياڤ اومات (اونتوك مّپّروكان) : سّمباهلاه الله ساجا دان جاوهيلاه طاغوت"

Dengan demikian, jika ada kitab Suci agama samawi (Taurot, Zabur, Injil) yang isi kandungannya menyimpang dari aqidah Tauhid, misalnya mengakui adanya tuhan selain Alloh SWT, maka jelaslah bahwa kitab tersebut tidak asli dari wahyu Alloh SWT, akan tetapi bikinan manusia, sehingga kaum muslimin tidak boleh mengimaninya.

1). Kitab Taurat
Taurot adalah kitab suci Alloh SWT yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s., agar disampaikan kepada umatnya dari kalangan bani Israil.
Isi pokok kandungan kitab Taurot ialah “Sepuluh hukum Alloh” (The ten comandement) yang diterima Nabi Musa di bukit Sinai (Thur sina). Kesepuluh perintah Alloh ini semuanya sesuai dengan ajaran Al-Qur’an, kecuali perintah “mensucikan hari sabtu”. Selain itu, kitab Taurot juga berisi tatacara beribadah, berqurban, dan lain-lain.
Kesepuluh hukum Allah tersebut adalah sebagai berikut :
1). Perintah mengakui Keesaan Alloh SWT 
2). Larangan menyembah thoghut (setan, patung atau tuhan selain Alloh) 
3). Larangan menyebut nama Alloh SWT dengan sia-sia
4). Perintah mensucikan hari sabtu
5). Perintah menghormati bapak-ibu 
6). Larangan membunuh sesama manusia 
7). Larangan berzina 
8). Larangan mencuri 
9). Larangan menjadi saksi palsu 
10). Larangan menyambil atau menguasai isteri atau hak orang lain.
Namun yang patut kita sayangkan ialah, bahwa setelah Nabi Musa wafat, sebagian besar isi kitab Taurot diubah dan dipalsu oleh para rahib (pendeta) Yahudi, sebagaimana yang disinggung Alloh didalam QS Al-Maidah,[5] : 15, Q.S. Al-An’am [6]: 91, QS Al-Baqarah [2]: 75, QS An-Nisa’ [4]: 46.
Alloh berfirman, artinya : “Hai Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani)! Sungguh telah datang kepadamu Rosul Kami (Muhammad) yang menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab (Taurot, Zabur dan injil) yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sungguh telah datang kepadamu cahaya dari Allah (yakni Nabi Muhammad), dan Kitab (Al-Qur’an) yang menerangkan.” (QS Al-Maidah [5] : 15)

2). Kitab Zabur
Kitab Zabur merupakan kumpulan wahyu Alloh SWT yang diturunkan kepada  nabi Dawud a.s, agar disampaikan kepada umatnya dari kalangan bani Israil.
Kitab Zabur berbahasa Ibrani (Hebrew), berisi Mazmur (nyanyian pujian kepada Alloh) yang melukiskan berbagai nikmat Alloh kepada Bani Israil. Juga berisi dzikir, doa, nasehat dan kata-kata hikmah. Kitab ini sama sekali tidak berisi syari’at, karena Nabi Dawud diperintahkan Alloh SWT untuk mengikuti syari’at Nabi Musa.

3). Kitab Injil
Kata Injil semula dari bahasa Yunani “evangelion” yang berarti kabar gembira, kemudian masuk kedalam bahasa arab menjadi “injil”. Dikatakan sebagai kabar gembira, karena Nabi Isa a.s. memberitakan kabar gembira kepada kaumnya tentang akan datangnya seorang Nabi akhir zaman yang diutus Alloh SWT untuk seluruh umat manusia, yang bernama Ahmad atau Muhammad SAW
Kitab Injil yang asli berbahasa Aramea (Aramaic) dan berisi kumpulan wahyu yang diterima Nabi Isa. Beliau mengajarkan Injil kepada para murid (Al-Hawariyyun) dan bani Israil selama 3 tahun, sampai beliau diangkat dan diselamatkan Alloh ke langit dari kejaran kaum Yahudi yang ingin menyalibnya, akibat pengkhianatan seorang muridnya yang bernama Yudas Iskariot.
Kitab Injil berisi ajaran agar umatnya membersihkan jiwanya dari kotoran nafsu duniawi dengan cara berpola hidup Zuhud, yakni pola hidup yang tidak mengutamakan kesenangan duniawi. Seperti halnya kitab Zabur, kitab Injil tidak mengubah hukum dalam kitab Taurat, karena Nabi Isa diperintahkan mengikuti syari’at Nabi Musa. Sebagaimana firman Allah yang artinya : “Dan Kami iringkan mereka (para nabi Bani Israil) dengan Isa bin Maryam, yang membenarkan kitab sebelumnya, yaitu Taurot. Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, dan membenarkan kitab sebelumnya, yaitu Taurot. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Maidah [5]: 46).
Pada perkembangan berikutnya, Kitab Injil ini diubah dan dipalsukan oleh umatnya. (Baca QS Al-Maidah,[5]:15), sehingga Kitab Injil yang beredar sekarang ini dan menjadi pegangan orang nasrani sudah tidak asli lagi. Bahkan Kitab Injil yang beredar sekarang ini merupakan karangan 4 orang, yang berisi kisah atau laporan tentang kehidupan dan ajaran Nabi Isa, serta doktrin trinitas dari Paulus. Keempat kitab Injil tersebut meliputi:
a. Injil Matius. Dikarang oleh Santo Matius, seorang Yahudi yang semula bekerja sebagai pegawai pemungut pajak.
b. Injil Markus. Ditulis oleh Markus. Semula ia beragama Yahudi, lalu masuk agama Kristen. Ia mati dibunuh para penyembah berhala di Mesir pada tahun 62 M.
3).       Injil Lukas. Dikarang oleh Lukas, seorang tabib asal Antiokia-Yunani. Ia adalah murid Paulus, pendiri agama Kristen. Kedua orang (Lukas dan Paulus) ini belum pernah bertemu dengan Nabi Isa.
4).       Injil Yahya atau Yohanes. Menurut Encyclopedia Britanica, Injil ini ditulis oleh Yahya pada tahun 100 M. Isinya secara tegas mengajarkan Ketuhanan Yesus Kristus (Nabi Isa).
Keempat Injil tersebut lalu disahkan oleh sidang Synode (Muktamar gereja-gereja) yang diadakan oleh Kaisar Romawi Constantinus di kota Nicea (daerah Asia Kecil, dekat Konstantinopel) pada tahun 325 M. Sedangkan puluhan Injil lainnya dianggap sebagai Injil Apocrypha (tidak sah), karena tidak mengajarkan doktrin trinitas (yaitu Tuhan terdiri dari tiga oknum, meliputi Tuhan Bapa Allah, Tuhan Putra Yesus Kristus, dan Rohul Kudus). Diantara Injil yang dianggap tidak sah oleh pihak Gereja tersebut adalah kitab Injil Barnabas, yang Isi kandungannya ternyata banyak kesamaannya dengan isi Al-Qur’an, diantaranya berisi informasi tentang akan datangnya seorang Nabi Akhir Jaman yang berasal dari keturunan Nabi Ismail, yang bernama Ahmad atau Muhammad SAW.


TUGAS 1

Jawab pertanyaan di bawah ini
1.  Salinlah kembali ayat 18-19 QS Al-A’la, dan salinlah artinya dengan huruf latin ?

_____________________________________________________________________________________

Artinya : ___________________________________________________________________________

2.  Salinlah kembali ayat 36 QS An-Nahl, dan salinlah artinya dengan huruf latin ?

_______________________________________________________________________________________________________________________________
Artinya : _______________________________________________________________________________________________________________________________

3. Sebutkan 10 hukum Alloh (The ten comandement) yang terdapat di kitab Taurat!

1. _____________________________    6. _____________________________
2. _____________________________    7. _____________________________
3. _____________________________    8. _____________________________
4. _____________________________    9. _____________________________
5. _____________________________   10. ____________________________
4. Lengkapilah tabel tentang keempat Kitab Suci Allah berikut ini dengan benar !

No
Nama Kitab
Nabi Penerima
Pedoman & Pegangan Agama
Bahasa
Sasaran Umat
01
...............
Musa a.s.
Yahudi
.................
.........................
02
Zabur
...................
...................
Ibrani /Hebrew
..........................
03
Injil
...................
...................
Aramea
Khusus Bani Israil
04
.................
Muhammad SAW
Islam
.................
..........................



C. AL-QUR’AN SEBAGAI KITAB SUCI UMAT ISLAM

1. Pengertian
مّنوروت باهاسا (أّتيمولوݤي), كاتا "اَلْقًرأن" مّرثڤاكان بّنتوء مّصْدَرْ جاري فِعِلْ "قَرَأَ - يَقْرَأُ", ياڠ ارتيپا : باڇاأن. سّداڠكان مّنوروت إيستيلاه (تّرمينولوݤي), القُرأن ادالاه كِتاب الله ياڠ بّرصيفات مُعْجِزات, ياڠ ديتورونكان كّڤادا نَبي محمّد, ياڠ تّرتوليس دي مُصْحَفْ-٢ , ياڠ ديريواياتكان سّڇارا مُتَوَاتِر, دان مّمباڇاپا دينيلاي عِبادَه. 

Kitab suci Al-Qur’an memiliki beberapa nama lain, diantaranya:
a. الذّكْر )Adz-Dzikr), artinya peringatan
b. الفُرْقَان (Al-Furqan), artinya pembeda antara yang hak dan yang batil.
c. الكِتَاب \ كِتابُ الله (Al-Kitab / Kitabullah), artinya kumpulan wahyu dari Alloh
d. النُّورْ (An-Nur, artinya cahaya
e. البُرْهَانْ (Al-Burhan), artinya bukti kebenaran dari Alloh.


2. Sejarah Turunnya Al-Qur’an

Wahyu Al-Qur’an yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril adalah ayat 1 -5 surat surat Al-‘Alaq ayat 1-5, ketika beliau sedang ber-tahannuts (berkholwat, menyendiri) di Gua Hira’ (Jabal Nur) di malam hari pada tanggal 17 Ramadhan tahun 13 sebelum hijrah, bertepatan dengan tanggal 6 Agustus tahun 610 M. Peristiwa turunnya Al-Qur’an pertama kali ini lalu dikenal dengan istilah Nuzulul Qur’an. (نُزُولُ الْقُرآن)
Bunyi ayat yang pertama kali turun :
اِقْرَأْبِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ  ﴿﴾  خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ۚ﴿﴾ اِقْرَأْ  وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُ  ۙ﴿﴾  اَلَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ  ۙ﴿﴾  عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ ۗ ﴿﴾ 
ارتيپا : "(۱).باڇالاه دّڠان (مّپّبوت) ناما توهانمو ياڠ مّنڇيڤتاكان, (۲)  ديا تّلاه مّنڇيڤتاكان مانوسيا داري سّݤومڤال داراه, (۳) باڇالاه, دان وهانمولاه ياڠ ماها ڤّموراه, (٤ ياڠ مّڠاجار (مانوسيا) دّڠان ڤّرانتاراان قالام (ڤّنا)و, (٥) ديا مّڠاجار كان كّڤادا مانوسيا  اڤا ياڠ تيداء ديكّتاهويپا."   (سورة العَلَق : ۱-٥)

Sedangkan ayat terakhir turun ialah ayat 3 surat Al-Maidah pada waktu Rosululloh sedang melakukan Wuquf di ‘Arafah tanggal 9 Dzulhijjah tahun ke-10 Hijriyah (633 M) ketika Haji Wada’. 
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَ أَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِيْنًا
ارتيپا : "(۳).ڤادا هاري ايني تّلاه كو سّمڤورناكان اوتوك كامو اݤامامو, دان تّلاه كو ڇوكوڤكان كّڤادامو نيعماتكو, دان تّلاه كو ريضاي إسلام سّباݤاي اݤامامو. (سورة المَائِدَةْ : ٣)

Seluruh isi Al-Qur’an terdiri dari 30 juz, 114 surat dan 6666 ayat, yang diawali dengan surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Nas.
Ketigapuluh juz tersebut diturunkan secara berangsur-angsur didalam dua periode selama kurang lebih 23 tahun, atau tepatnya selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.
a. Periode Makkah, yakni ketika Nabi Muhammad SAW menetap di kota Makkah selama kurang lebih 13 tahun atau 12 tahun 5 bulan 13 hari. Yang turun sebanyak 91 surat.. Ayat atau surat yang diturunkan di Makkah ini disebut ayat/surat Makkiyyah. (مَكِّيَّةْ)
Ciri-ciri ayat/surat Makkiyyah :
1). Ayat/suratnya pendek-pendek
2). Dimulai dengan: “Yaa Ayyuhan-naasu….” (Wahai manusia ….)
3). Pada umumnya mengajarkan masalah keimanan (ajaran tauhid, janji dan ancaman, hari kiamat), akhlak dan sejarah umat jaman dahulu.
b. Periode Madinah, yakni setelah Nabi Muhammad SAW hijrah dan menetap di kota Madinah selama kurang lebih 10 tahun, atau 9 tahun 9 bulan 9 hari. Yang turun sebanyak 23 surat atau 1/3 dari keseluruhan surat Al-Qur’an.
Ayat atau surat yang turun di Madinah ini disebut ayat atau surat Madaniyyah   (مَدَنِيَّةْ).
Ciri-ciri ayat/surat Madaniyyah:
1). Ayat/suratnya panjang-panjang.
2). Dimulai dengan: “Yaa ayyuhalladziina aamanuu…” (Wahai orang-orang yang beriman….)
3). Pada umumnya berisi ajaran tentang hukum syari’at dan mu’amalat (aturan kemasyarakatan)

Hikmah Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur antara lain :
a. Agar lebih mudah dimengerti maknanya dan mudah dilaksanakan dalam kehidupan.
b. Agar mudah dihafalkan.
c. Di antara ayatnya ada yang bersifat nasikh (menghapus) dan ada yang mansukh (dihapus).
d. Turunnya ayat selalu berkaitan dengan peristiwa/kejadian tertentu (asbabunnuzul), sehingga hal ini akan lebih berkesan dan berpengaruh pada hati manusia.
e. Diantara ayat-ayatnya ada yang merupakan jawaban dari suatu pertanyaan atau penolakan terhadap suatu pendapat. Hal ini tidak akan terlaksana jika Al-Qur’an diturunkan sekaligus.

 Cara Dan Kondisi Al-Qur’an Diturunkan
Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan malaikat Jibril dengan beberapa cara dan keadaan sebagai berikut :
a. Malaikat Jibril meresapkan wahyu Al-Qur’an kedalam hati Nabi Muhammad SAW. Dalam hal ini beliau SAW tidak melihat kehadiran Jibril, namun merasakan bahwa wahyu sudah berada didalam hatinya.
b. Malaikat Jibril menampakkan diri kepada beliau SAW berupa seorang lelaki tampan, lalu menyampaikan wahyu sampai beliau hafal benar.
c. Malaikat Jibril menampakkan diri kepada beliau SAW dalam bentuk aslinya, lalu menyampaikan wahyu kepadanya.
d. Wahyu datang kepada beliau SAW seperti gemerincingnya lonceng. Cara ini beliau rasakan sangat berat. Tidak jarang sampai kening beliau berkeringat, meski saat itu di musim dingin.

3. Isi Kandungan Dan Keistimewaan Al-Qur’an

Menurut pendapat Syaikh Muhammad Abduh, seluruh isi pokok Al-Qur’an terkandung didalam surat Al-fatihah. Karena itu  sangat beralasan jika Al-Fatihah disebut sebagai Ummul Kitab (induk Kitab Al-Qur’an). Secara garis besar, Al-Qur’an mengandung 5 pokok ajaran dan kesemuanya tercermin pada ayat-ayat surat Al-Fatihah, sebagai berikut :
a. Ketauhidan/keimanan (ayat 1-3)
b. Janji dan ancaman atau hari kiamat (ayat 4)
c. Ibadah : hubungan manusia dengan Allah (ayat 5)
d. Hukum syariat, muamalat (hubungan kemasyarakatan) dan pedoman hidup yang lurus (ayat 6)
e. Sejarah dan cerita umat jaman dahulu (ayat 7).

Keistimewaan Al-Qur’an. Kitab suci Al-Qur’an memiliki beberapa kelebihan dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh kitab-kitab suci lainnya.
a. Al-Qur’an merupakan mu’jizat terbesar Nabi Muhammad Saw, yang menunjukkan kebenaran atas kenabiannya dan tidak dapat ditandingi atau ditiru siapapun.(QS Al-Isra’ ]: 88)
b. Al-Qur’an memiliki uslub (susunan dan gaya bahasa) dan balaghah (sastra) yang mengagumkan.
c. Isi ajarannya ditujukan kepada seluruh umat manusia di dunia. (QS  As-Saba’ [34]: 28)
d. Al-Qur’an memuliakan akal manusia dan menjadikan akal sebagai dasar dalam memahami isi kandungannya.
e. Al-Qur’an anti rasialisme, menghapus sistem kelas / kasta, dan memandang semua manusia sama derajatnya, selain atas dasar ketakwaan.
f.  Kemurnian dan keaslian Al-Qur’an terjaga sampai hari kiamat.
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَ إِنَّا لَهُ لَحَافِظُوْنَ
ارتيپا : "(٩). سّسوڠݤوهپا كاميلاه ياڠ مّنورونكان القرأن دان سوڠݤوه كامي بّنار-بنار مّمّليهاراپا". (سورة الحِجْر : ٩)

h. Ajaran Al-Qur’an sesuai dengan fitrah dan kodrat manusia
i.   Al-Qur'an merupakan petunjuk dan pedoman hidup manusia yang lengkap.    

4. Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup Manusia

Kitab suci Al-Qur’an merupakan pedoman, tuntunan, petunjuk dan pandangan hidup (weltanschauung) yang lurus bagi seluruh umat manusia. Allah berfirman: 
إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصَّالِحَاتِ اَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيْرًا
ارتيپا : "(٩). سوڠݤوه القرأن ايني مّمبّريكان ڤّتونجوء كّڤادا (جالان) ياڠ لّبيه لوروس دان ّمبّري كابار ݤّمبيرا كّڤادا اوراڠ-٢ مُؤْمِنْ ياڠ مّڠّرجاكان عَمَلْ صالِح, باهوا باݤي مّرّكا ادا ڤاهالا ياڠ بّسار. (سورة الْإِسْراءْ : ٩)

Di dunia ini banyak pandangan hidup hasil pemikiran manusia, seperti Pancasila (pandangan hidup bangsa Indonesia), marxisme, liberalisme, materialisme, hedonisme dan lain-lain. Namun pedoman hidup Al-Qur’an jauh lebih unggul dan sempurna.
Perhatikan perbandingan berikut ini:

No
Pedoman Hidup Al-Qur’an

Pedoman Hidup Ciptaan Manusia

1.
Wahyu Allah yang bersifat mutlak kebenarannya
Ciptaan pikiran manusia yang bersifat relatif kebenarannya
2.
Agar tercapai tujuan hidup (selamat dan bahagia) di dunia dan di akhirat
Agar tercapai tujuan hidup (sejahtera) di dunia saja.
3.
Sasarannya untuk seluruh umat manusia / bangsa di dunia
Hanya cocok untuk bangsa / suku tertentu
4.
Sesuai dengan situasi dan kondisi apa-pun dan dimanapun sampai kiamat.
Sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu saja.
5.
Isinya lengkap dan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia (kaffah, komprehensif)
Isinya tidak lengkap, hanya mencakup aspek kehidupan tertentu, misalnya bidang ekonomi (kapitalisme-marxisme) saja, atau mengejar kesenangan duniawi saja (hedonisme), atau bidang politik saja, dan sejenisnya.



TUGAS 2

Jawab pertanyaan di bawah ini
1.  Salinlah kembali ayat 1 - 5 QS Al-’Alaq di atas, dan salinlah artinya dengan huruf latin ?

____________________________________________________________________________________________________________________________________
_________________________________________________________________
Artinya : ___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

2.  Salinlah kembali ayat 3 QS Al-Maidah di atas, dan salinlah artinya dengan huruf latin ?

__________________________________________________________________________________________________________________________________
Artinya : _______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

3.  Salinlah kembali ayat 9 QS Al-Hijr di atas, dan salinlah artinya dengan huruf latin


________________________________________________________________
Artinya : _________________________________________________________
________________________________________________________________________________________________________________________________
4.  Salinlah kembali ayat 9 QS Al-Isra’ di atas, dan salinlah artinya dengan huruf latin ?

_________________________________________________________________________________________________________________________________
Artinya : _________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Pilih jawaban yang paling tepat
1. Mempercayai dan meyakini sepenuh hati bahwa Allah menurunkan wahyu kepada para Nabi dan RosulNya adalah pengertian ….
a. tawakkal kepada kitab-kitab Allah         
b. iman kepada kitab-kitab Allah
c. istiqomah kepada kitab-kitab Allah         
d. kufur kepada kitab-kitab Allah
2. Agama yang diturunkan Allah kepada manusia melalui para nabi dan rasul disebut agama ….
a. asli              
b. ardhi        
c. samawi              
d. kuno
3. Budha, hindu, khonghucu, Shinto, dan majusyi merupakan contoh dari agama ….
a. asli             
b. ardhi       
c. samawi              
d. kuno
4. Terhadap kitab-kitab ardhi (budaya), umat Islam …. Mengimaninya.
a. wajib ‘ain                        
b. wajib kifayah             
c. haram               
d. boleh
5. Sedangkan terhadap kitab-kitab samawi, umat Islam …. Mengimaninya.
a. wajib ‘ain                       b. wajib kifayah            c. haram              d. boleh
6. Menurut bahasa, kitab artinya ….
a. bacaan                           b. tulisan              c. buku       d. lembaran
7. Iman kepada Kitab Allah merupakan rukun iman ke-
a. 2                  
b. 3                
c. 4               d. 5
8. Yang tidak termasuk cara mengimani kitab-kitab Allah sebelum Al-Qur'an adalah, meyakini bahwa kitab-kitab itu  ……
a. benar-2 wahyu Allah                         
b. isinya benar    
c. harus diamalkan           
d. tidak boleh diamalkan
9. Salah satu fungsi beriman kepada kitab Allah adalah agar  …
a. dibaca dan memperoleh  pahala      
b. dijadikan sebagai pedoman hidup               
c. memperoleh keistimewaan               
d. terhindar dari bala'-bencana
10.Kumpulan tulisan wahyu Allah dalam bentuk buku (dijilid), disebut ...
a. kitab           
b. suhuf        
c. risalah      
d. buku
11. Sedangkan kumpulan tulisan wahyu Allah dalam bentuk brosur atau lembaran-lembaran terpisah (tak dijilid), dinamakan ....
a. kitab           
b. suhuf        
c. risalah      
d. buku
12. Perbedaan antara kitab dan shuhuf adalah ….
a. kitab diturunkan pada Nabi, shuhuf kepada Rosul       
b. kitab turun melalui Jibril, suhuf tidak     
c. kitab berupa buku, suhuf lembaran-lembaran              
d. kitab hanya ada 4, suhuf banyak
13. Jumlah keseluruhan Kitab Alloh yang pernah diturunkan kepada para Nabi dan Rosul ....
a. 4                
b. 104            
c. 124.000      
 d. banyak, tak terbatas
14. Kitab suci yang berisi 10 wasiat Allah (The ten commandement) ialah kitab ....
a. Taurat                             
b. Zabur      
c. Injil                   
d. Al-Qur'an
15. 4 kitab Injil, yaitu Injil Lukas, Injil Matius, Injil Markus dan Injil Yohanes, menurut Aqidah Islam dipandang sebagai ….
a. wahyu dari Allah          
b. kitab asli milik Nabi Isa
c. kitab budaya karangan manusia     
d. kitab suci yang wajib diimani    
16. Mengimani ke-4 Injil di atas (no soal 19) bagi umat Islam, hukumnya …..
a. fardhu 'ain                      
b. fardhu kifayah          
c. sunnah    
d. haram
17. Kitab samawi yang diturunkan kepada Nabi Dawud adalah …….
a. Taurat        
b. Zabur       
c. Injil            
d. Weda
18. Kitab Zabur secara garis besar berisi …..
a. tata aturan hokum syariat                 
b. 10 hukum Allah
c. doa, dzikir, nyanyian puji-pujian     
d. sejarah kebesaran bani Israil     
19. Kitab Taurat, Zabur dan Injil diturunkan sebagai pedoman hidup bagi ….
a. bani Adam                     
b. bani Israel        
c. bani Isma'I       
d. seluruh manusia
20.QS An-Nisa' : 46 (مِنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ  ) menginformasikan kepada kaum muslimin bahwa kaum Yahudi telah …..  isi kitab Taurat.
a. menjaga keaslian           
b. menghormati      
c. merubah dan memalsukan               
d. melaksanakan
21. Semua kitab suci Alloh memiliki kesamaan ajaran / perintah, yaitu  ……
a. sholat        
b. zakat    
c. melakukan haji    
d. mengesakan Allah
22. Berikut ini TIDAK TERMASUK  nama lain dari Al-Qur'an ….
a. Mazmur                          
b. Al-Furqon        
c. Al-Huda          
d. Adz-Dzikr
23. Perhatikan pernyataan-pernyataan beriikut!
1) Membaca ta’awuz ketika mulai membaca al Qur’an
2) Membacanya dengan penuh penghayatan
3) Menjaga  kesucian dan adab kesopanan
4) Digunakan Untuk mengusir makhluk halus
Sikap yang tepat sebagai bukti kecintaan terhadap al-Qur’an ditunjukan oleh nomor ….
a   1, 2, 3                             
b.  1, 2, 4              
c   1, 3, 4               
d.  2, 3, 4
24.     Perhatikan pernyataan berikut ini !
1).Kitab taurat, zabur, injil, Al-Qur’an adalah kitab samawi wahyu Allah dan bukan karangan NabiNya.
2).Seluruh kitab suci agama-agama yang ada di dunia harus diyakini kebenarannya
3).Kitab samawi taurat, zabur dan injil yang beredar sekarang masih asli dan isi kandungannya boleh kita amalkan 
4). Wajib mengimani kebenaran isi kandungan Kitab samawi  selain Al-Qur’an secara global/ijmali, tetapi tidak dituntut mengetahuinya secara rinci/tafsili.
5). Tidak boleh mengamalkan ajaran syari’at kitab samawi selain Qur’an karena isinya sudah diganti dengan syariat Islam yang terkandung didalam Qur’an.
Cara mengimani kitab Allah yang benar tercermin dalam pernyataan nomor ….
a. 1, 3 dan 5                        
b. 2, 4 dan 5         
 c. 1, 4 dan 5          
d. 1, 2,dan  3                 
25. Nama lain dari kitab suci        Al-Qur’an berikut ini berarti pembeda antara yang hak dan batil ….
a. Al-Burhan                      
 b. Al-Furqan         
c. Al-Huda  
d. Adz-Dzikr
26. Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad ketika beliau sedang ber-tahannus di ….
a. padang Arafah        
b. gua Tsur         
c. gua Hiro’         
d. Masjidil Haram
27. Peristiwa turunnya ayat Al-Qur'an pertama kali terkenal dengan istilah.
a. Asbabun nuzul              
b. Nuzlul Qur'an  
c. Lailatul Qodar          
d.  Asbabul wurud
28. Ayat yang terakhir kali diturunkan kepada Nabi Muhammad terdapat pada surat
a. Al-Maidah : 3                 
b. Al-‘Alaq 1-5               
c. Al-Fatihah: 1-7    
d. An-Nas: 1-6
29. Ayat yang terakhir tersebut diturunkan kepada Nabi ketika beliau sedang melakukan …...
a. wuquf haji wada’           
b. thawaf umroh            
c. perang badar      
d. Masjidil Haram
30. Kitab Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur selama ….
a. 13 tahun di Makkah, 10 tahun di Madinah       
b. 22 tahun,  22 bulan,  22 hari
c. 10 tahun di Madinah, 10 tahun di Makkah       
d. 12 tahun, 2 bulan, 22 hari
31. Hikmah diturunkannya Al-Qur'an secara berangsur-angsur adalah agar  …
a. mudah dimengerti dan dihafalkan           
b. dapat menentramkan hati
c. dijadikan petunjuk memperoleh ilmu      
d. membenarkan kitab sebelumnya
32.  إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَ إِنَّا لَهُ  لَحـفِظُوْنَ
QS Al-Hijr : 9 di atas menjelaskan bahwa Kitab suci Al-Qur’an  adalah ……
a. mukjizat terbesar Nabi Muhammad        
b. pedoman hidup manusia yg lengkap
c. terjaga keasliannya sampai kiamat          
d. kitab Allah yang terakhir turun
34. Keistimewaan kitab Al-Qur'an dibanding kitab suci lainnya sebagai berikut,  KECUALI …..
a. terjaga keasliannya sampai kiamat   
b. isi ajarannya untuk seluruh manusia
c. memiliki gaya bahasa/sastra mengagumkan     
d. mensucikan hari jum'at  dan sabtu
35. Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada tanggal …
a. 9 Dzul hijjah 8 H              
b. 12 Robiul awwal 671 M
c. 17 Ramadhan 13 Sebelum hijrah      
d. 17 Agustus 1945 M
36. Seluruh isi kandungan Al-Qur’an terdiri dari …
a. 30 juz, 112 surat, 6666 ayat               
b. 30 juz, 114 surat, 6666 ayat
c. 30 surat, 112 juz, 6666 ayat               
d. 30 juz, 22 surat, 6666 ayat
37. Ayat dan surat yang diturunkan sebelum hijrah ke Madinah disebut ayat ….
a. makkiyyah                     
b. madaniyah      
 c. hijriyah             
d. ba’dal hijrah
38. Sedangkan Ayat dan surat yang diturunkan sesudah hijrah ke Madinah disebut ayat
a. makkiyyah                     
b. madaniyah       
c. qablal hijrah              
d. ba’dal hijrah
39.Perhatikan pernyataan berikut!
1. dimulai Ya Ayyuhannas                           4. ayatnya pendek-pendek
2. dimulai Ya Ayyuhalladzina amanu        5. ayatnya panjang-panjang
3.  berisi ajaran tauhid dan sejarah              6. berisi hukum syariat & muamalah
Ciri-ciri Ayat /surat Madaniyah ditunjukkan oleh pernyataan nomer  ….
a. 1, 3, 4          
b. 1, 4, 6        
c. 2, 3, 4        
d. 2, 5, 6
40. Sedangkan Ciri-ciri Ayat /surat Makkiyah ditunjukkan oleh pernyataan nomer  (lihat soal nomor 39 di atas) ….  ….
a. 1, 3, 4          
b. 1, 4, 6        
c. 2, 3, 4        
d. 2, 5, 6





Kamis, 30 Juni 2016

SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI NUSANTARA



Bahan Ajar dan Latihan Soal PAI Kurikulum 13
Untuk Siswa Kelas IX Semester Ganjil
SMPN 1 Cerme Gresik – Jawa Timur
___________________________________________
Penulis :
Drs. A. SUCHAIMI, M.A.



A.  SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI NUSANTARA

1. Masuknya Islam Pertama Kali
Para sejarawan berbeda pedapat tentang awal masuknya Islam ke Indonesia. Ada yang mengatakan abad ke-7 M, ada yang abad ke-13 M.
Berdasarkan bukti dan fakta sejarah yang terkuat, Islam pertama kali masuk ke Indonesaia adalah pada akhir abad ke-7 Masehi atau abad 1 Hijriyah, semasa dengan dinasti Bani Umaiyah di Damaskus. Menurut berita dari Cina, pada abad ke-7 (sekitar tahun 674-675) ada utusan dari raja Ta-Cheh (Arab) menemui Ratu Sima di kerajaan Kalingga - di Boyolali Jawa Tengah. Utusan itu meletakkan punti-pundi emas di tengah jalan, untuk menguji keadilan dan kejujuran Ratu Sima dan rakyatnya dalam menjalankan agama Budhanya.
Menurut Buya DR. Hamka, raja Ta-Cheh tersebut diduga bernama Mu'awiyah bin Abu Sufyan, kholifah pertama Bani Umaiyyah.
 Masuknya Islam melalui dua jalur :
1. Jalur utara (darat). Rutenya: Arab (Mekah dan Madinah) - Damaskus - Baghdad - Gujarat (pantai barat India) - Sri Langka - Indonesia.
2. Jalur selatan (laut). Rutenya : Arab (Mekah dan madinah) - Hadhro-maut (Yaman) - Gujarat - Sri Langka - Indonesia.
Islam adalah agama missi yang disebarkan pertama kali oleh Nabi e  pada awal abad 7 M. Bangsa Arab, tentu saja, adalah bangsa yang pertama kali memeluk dan menyebarkan Islam.
Nabi  saw  bersabda :
بَلِّـغُوْا عَنِّيْ    وَلَوْ آيَةً
"Sampaikan ajaran dari ku, sekalipun satu ayat" Al-Hadits.
Terdorong oleh panggilan agama tersebut, maka setiap muslim terpanggil hatinya untuk
 ikut menyebarkan Islam keseluruh penjuru dunia. Tidak luput para pedagangnya, yang pada  abad  ke-7 sudah terbiasa pulang pergi antara Arab - Persia - India - Cina, melalui selat Malaka. Sementara letak Indonesia dengan selat Malaka-nya saat itu berada di jalur perdagangan internasional. Mereka berdagang sambil berdakwah. Maka tidak heran, jika pada abad ke-7 Islam sudah masuk dan dikenal penduduk Indonesia, sekalipun terbatas pada penduduk sekitar kota pelabuhan dan pesisir Sumatera Utara.
Islam baru mulai  berkembang dengan pesat setelah berdirinya Kerajaan Islam Samudera Pasai di daerah Aceh Sumatera Utara pada abad ke-13 M .

2.  Kota Pelabuhan dan Pesisir : Daerah Pertama Kali Kedatangan Islam
Islam masuk ke Indonesia tidak dalam kurun yang bersamaan.  Daerah-daerah yang pertama kali menerima Islam antara abad  7 - 12 masehi adalah :
1). Kota-kota pelabuhan sekitar Selat Malaka. Diantaranya kota Pasai di pesisir Aceh, pada abad 7 M merupakan kota pelabuhan internasional. Di sini para pedagang biasa singgah dalam perjalanannya dari India ke Cina dan sebaliknya.
2).  Pantai barat Sumatera. Pada abad 7 M ditemukan bukti adanya perkampungan muslim asal Arab di pesisir barat Sumatera, yakni kota Barus . Di sana ditemukan makam seorang syeikh  bernama Mukaidin, di batu nisannya tertulis tahun wafat : 670 M.
3). Di desa Leran Manyar Gresik, ditemukan makam tua milik Fathimah binti Maimun binti Hibatullah, di lokasi Kubur Panjang. Di batu nisannya tertulis tahun wafatnya: bulan Rojab 495 H, alias = 1082 M. Leran Manyar saat itu merupakan pelabuhan tua di Gresik dan tempat LEREN, atau tempat singgah pada pedagang muslim yang bongkar muat di pelabuhan.


B.  JALUR-JALUR MASUKNYA ISLAM DI  NUSANTARA
 1. Proses  Islamisasi 
 Tidak dapat dipungkiri, Islam ke Nusantara dengan cara damai, bukandengan cara kekerasan. Dalam hal ini, peran dan jasa para  pedagang sangat besar dalam penyebaran Islam pertama kali sejak abad ke-7 M. Proses Islamisasi mengalami perkembangan pesat sejak abad ke-13 M, melalui beberapa saluran atau jalur, yaitu jalur: 1) perdagangan, 2) perkawinan (soaial), 3) pendidikan pesantren, 4)  ajaran tasawwuf, 5) politik, dan 6) seni budaya.
1). Jalur Perdagangan
Para pedagang muslim mula-mula berdatangan ke kota-kota pelabuhan (daerah pesisir). Diantara mereka ada yang bertempat tinggal sementara dan ada yang menatap di perkampungan tersendiri. Mereka setiap hari bergaul dan berbaur.  Lambat laun, Pergaulan dan pembauran ini mempengaruhi kepercayaan dan agama penduduk. Mula-mula yang menerima Islam, tentu saja, adalah para pedagang pribumi, lalu diikuti para  pekerja,  pembantu, dan penduduk sekitar. Jika yang masuk Islam itu adipati, bangsawan dan tokoh masyarakat, maka proses islamisasi semakin cepat, karena hal itu akan diikuti rakyat secara luas.
2). Jalur Perkawinan  (sosial)
Para pedagang muslim biasanya tidak membawa serta isteri dan anak-anaknya. Hal ini mendorong mereka memperistri penduduk pribumi.
Calon isterinya tentu disyahadatkan atau diislamkan dulu. Jika tidak, perkawinannya tidak sah. Islamnya isteri, paling tidak, akan diikuti oleh anak keturunannya, yang lambat laun akan diikuti juga oleh keluarga dan kerabat dekat atau jauh.
 Cerita-cerita babad, hikayat, dan sejarah menceritakan adanya perkawinan semacam ini. Misalnya Sunan Ampel mengawini Nyi Ageng Manila,  putri Bupati Tuban. Syeh Maulana Ishak mengawini Dewi Sekardadu, puteri Raja Blambangan. Raden Patah bin Raja Brawijaya V, diambil menantu oleh Sunan Ampel. Melalui perkawinan ini, Islam berkembang pesat,  bahkan sampai menyusup masuk ke istana kerajaan.
3). Jalur Pendidikan Pesantren 
  Sistim pendikan pesantren sudah dikenal sejak jaman pra-Islam, yang disebut Mandhala, tempat untuk mendidik para calon pendeta Hindu, yang siswanya terbatas dari kaum Brahmana. Model Mandhala ini lalu dikembangkan para muballigh menjadi sebuah lembaga pendidikan Islam "Pesantren", dimana siswanya terbuka untuk umum, tidak terbatas pada golongan tertentu.
Pesantren tidak sekedar sebagai tempat pendidikan, tetapi sekaligus sebagai tempat tinggal Guru beserta keluarga dan para santri. Komplek-komplek tempat tinggal mereka ini, lalu dikenal dengan Pondok Pesantren.
Dari kalangan Walisongo, Maulana Malik Ibrahim barangkali dapat dipandang sebagai perintis pertama pesantren di Jawa. Mula-mula ia dirikan Langgar atau Musholla sebagai tempat shalat sekaligus berfungsi sebagai tempat belajar agama, mengaji Al-Qur'an dan kitab-kitab kuning. Lama-kelamaan Langgar ini menjadi pesantren sederhana bagi warga sekitar.
 Tujuan Pendidikan pesantren adalah  mempersiapkan kader-kader ulama dan muballigh yang siap menyebarkan agama Islam kepada masyarakat luas, Di samping juga untuk meningkatkan kualitas pengetahuan agama para santrinya. Setelah pulang, mereka diharapkan menjadi penyebar Islam dan atau mendirikan Pesantren-pesantren di sekitar daerahnya.
4). Jalur Ajaran Tasawwuf
Melalui ajaran tasawwuf ini, agama Islam lebih mudah diterima oleh masyarakat Indonesia. Karena tasawwuf memiliki beberapa kesamaan unsur dengan kepercayaan lama (Hindu dan Budha) yang dianut mayoritas masyarakat saat itu, yakni  mementingkan aspek batiniah atau mistik.
5). Jalur Politik
Pengaruh politik raja sangat membantu proses Islamisasi. Di Maluku dan Sulawesi Selatan, rakyat berduyun-duyun masuk Islam setelah Rajanya masuk Islam. Di beberapa daerah di Indonesia, demi kepentingan politik, kerajaan Islam memerangi kerajaan non Islam. Kemenangan kerajaan Islam, secara politis, menarik penduduk kerajaan non Islam untuk masuk Islam
6). Jalur Seni Budaya
 Berbagai cabang seni, tradisi dan aspek-aspek budaya lainnya, dilestarikan dan dibiarkan tumbuh subur, bahkan dikembangkan menjadi bentuk baru, sekaligus dijadikan sarana berdakwah, setelah para muballigh memasukkan nilai-nilai keislaman kedalamnya.
Misalnya Walisongo, terutama Sunan Kalijaga, sangat berjasa dalam mengembangkan kesenian wayang. Setiap datang bulan Mulud, di alun-alun Kraton Demak selalu diadakan pertunjukan wayang dan alunan musik gamelan. Para pengunjung tidak ditarik biaya seperser pun, hanya disuruh membaca kalimat syahadat.

2. Peranan Ulama dan Muballigh Dalam Penyebaran Islam
Berawal dari pesisir Sumatera utara dan pesisir utara Jawa, Islam disebarkan ke pelosok pedalaman dan pulau-pulau di Indonesia oleh para muballigh dan ulama.
Untuk kasus di pulau Jawa, proses Islamisasi  berjalan sangat pesat pada abad ke-14 sampai abad ke-15, melalui keenam jalur/saluran di atas. Para Muballigh yang sangat berjasa dan berperan dalam hal ini ialah kelompok dakwah Walisongo.
Menurut Asnan Wahyudi dan Abu Khalid, MA dalam bukunya, Kisah Walisongo, yang dinukil dari kitab Kanzul 'Ulum, karya Ibnu Bathutoh, bahwa  istilah Walisongo merupakan nama sebuah Lembaga Dewan Dakwah atau Dewan Muballigh di Jawa yang beranggotakan 9 orang pengurus.
Dewan ini mengadakan tiga kali sidang penggantian pengurus, yaitu pada tahun 1404 M, 1436 M dan 1463 M. Ditambahkan oleh KH Dahlan Abdul Qohhar, Dewan ini mengadakan sidang keempat pada tahun 1466 dan sidang kelima sehubungan dengan kasus Sekh Siti Jenar.
Walisongo Periode Pertama, mengadakan sidang pertama tahun 1404. Sembilan orang Pengurusnya : 1) Maulana Malik Ibrahim (w. 1419  di Gresik);   2) Maulana Ishaq;   3) Maulana Ahmad Jumadil Kubra (makamnya di Trowulan Mojokerto);  4) Maulana Muhammad al-Maghrabi (w. 1465  di Jatinom Klaten);  5) Maulana Malik Israil (w. 1435 di Gunung Santri Cilegon);  6) Maulana Muhammad Ali Akbar (w. 1435  di Gunung Santri Cilegon);  7) Maulana Hasanuddin (w. 1462  di samping masjid Banten lama);  8) Maulana Aliyuddin (w. 1462  di samping masjid Banten lama);  9) Syekh Subakir (w. 1462 di Persia).
Walisongo periode kedua, sidang kedua tahun 1436. Keputusannya: melengkapi komposisi kepengurusan yang lowong. Maka masuk: 1) Sunan Ampel, mengganti posisi Maulana Malik Ibrahim yang wafat;  2) Sunan Kudus (Ja'far Shadiq) menggantikan Maulana Malik Israil yang wafat;  3) Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), mengganti posisi  Ali Akbar yang wafat.
Walisongo periode ketiga, sidang ketiga tahun 1463. Hasilnya:  melengkapi kepengurusan dengan memasukkan: 1) Sunan Giri, menggantikan Maulana Ishaq yang pindah ke Pasai;  2) Sunan Bonang, mengganti Maulana Hasanuddin yang wafat;  3) Sunan Kalijaga, mengganti posisi Syekh Subakir yang kembali ke Persia;  dan 4) Sunan Drajat, mengganti posisi Maulana Aliyuddin yang wafat. 
Walisongo perode keempat sidang  keempat tahun 1466,  memasukkan : 1) Raden Patah, mengganti Maulana Ahmad Jumadil Kubra yang wafat; dan 2) Fathullah Khan, mengganti Maulana Muhammad al-Maghrabi yang wafat. 

Walisongo periode kelima, masuk nama Sunan Muria. Besar kemungkinan ia mengganti posisi Raden Patah yang naik tahta menjadi Sultan Demak. Pada sidang kelima ini mereka menentukan sikap terhadap kasus Sekh Siti Jenar.
Lepas dari benar-tidaknya pendapat di atas, Walisongo yang disepakati para ahli sejarah, dan nama mereka sudah terkenal luas di masyarakat berjumlah sembilan orang  : 1) Maulana Malik Ibrahim;  2) Sunan Ampel;  3) Sunan Giri;  4) Sunan Bonang;  5) Sunan Drajat;  6) Sunan Kalijaga;  7) Sunan Muria;  8) Sunan Kudus; dan 9) Sunan Gunungjati.


C.  KERAJAAN ISLAM  DI SUMATRA   

1. Kesultanan Samudera Pasai
 Kesultanan Samudera Pasai yang terletak di Lhokseumawe Aceh ini didirikan oleh Merah Silu tahun 1285, dengan gelar Al-Malikus Shaleh.
Ia wafat tahun 1297, diganti putranya dengan gelar Al-Malikul Zhahir. Di masanya, Samudera Pasai mengalami masa kejayaan. Rakyat hidup makmur dan agama Islam berkembang subur, dan menjadi pusat penyebaran Islam. Pada masa ini, seorang pengembara Muslim yang bernama Ibnu Bathutoh pernah singgah di Samudera Pasai.
Kerajaan Samudera Pasai ditakluk-kan Portugis tahun 1521. Pada tahun 1524, di masa sultan terakhir Zainal Abidin, kerajaan ini dianeksasi di bawah kerajaan Aceh Darussalam di masa sultan Mughayyat Syah.

2. Kesultanan Aceh Darussalam
Kerajaan ini terletak di daerah Aceh Besar, didirikan Muzhaffar Syah (1465 - 1497). Sejak Malaka diduduki Portugis tahun 1511, kerajaan ini menjadi pusat perdagangan yang ramai. Kerajaan Pidie yang bekerjasama dengan Portugis dan Samudera Pasai ditaklukkan tahun 1524.

Kerajaan mengalami masa kejayaan sewaktu diperintah sultan Iskandar Muda (1608 - 1637). Dari Aceh, Tanah Gayo yang berbatasan dan daerah Minangkabau berhasil diislamkan. Sepeninggalnya, Aceh diperintah Sultan Iskandar Tsani. Penyebaran dan pengkajian Islam maju dengan pesat. Setelah itu, Aceh diperintah Sultanah (Ratu, wanita) sehingga kerajaan ini menjadi lemah dan kacau. Sekalipun demikian, Aceh tetap berdiri sampai awal abad 20.
Pada jaman Aceh Darussalam ini, sejak sultan Iskandar Muda, telah muncul para ulama yang besar pengaruhnya dalam mewarnai corak pemikiran keislaman di Nusantara pada masa-masa selanjutnya. Bahkan mereka diangkat sebagai Mufti kerajaan (Qoodhi Malikul ‘Adil). Diantaranya: Hamzah Fansuri (dari Barus), Syamsuddin as-Sumatrani (jaman Sultan Iskandar Muda), Sekh Nuruddin ar-Raniri (jaman Iskandar Tsani), dan Abdurrauf Singkel, pengembang Tarikat Syattariyah (jaman Sultanah Safiatuddin Syah),


D.  KERAJAAN ISLAM  DI  JAWA   

1. Kesultanan Demak
Raden Patah adalah putra Prabu Brawijaya V, dari ibu muslimah keturunan Campa. R. Patah nyantri berguru kepada Sunan Ampel, lalu dinikahkan dengan putrinya, Dewi Murtasimah. Dia diberi ayahnya tanah perdikan di desa Glagah Wangi Bintoro (Demak). Di sanalah dia diangkat menjadi Adipati oleh ayahnya dan mendirikan pesantren sebagai pusat penyebaran agama Islam kepada masyarakat sekitar.
Perkembangan Islam di Jawa bersamaan dengan lemahnya posisi Majapahit. Brawijaya V (1468-1478) lengser akibat serangan Prabu Girindrawardhana dari kerajaan Kediri tahun 1478 M (ditandai candrasengkala: Sirna Hilang Kertaning Bumi = tahun Syaka 1400 = 1478 M). Ia mengangkat dirinya sebagai Brawijaya VI. Hal ini mendorong Sunan Ampel dan  para Walisongo sepakat mengangkat Raden Patah sebagai Raja pertama Kesultanan Demak pada tahun 1479 (candra sengkala: Geni Mati Siniram Jalmi, artinya: kezhaliman lenyap dikalahkan kebenaran = thn syaka 1401 = 1479 M), sebagai pengganti ayahnya,  dengan gelar  Senopati Jimbun Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panotogomo. 
Tahun 1512 M Girindrawardana (Brawijaya VI) dilengserkan Prabu Udara dan mengangkat dirinya sebagai Brawijaya VII. Pada tahun 1516 M, R. Patah menyerang Majapahit di bawah panglima Sunan Kudus, dan berhasil melengserkan Prabu Udara (Brawijaya VII), karena ia dipandang bekerjasama dengan Portugis, dan ini sangat merugikan  Dakwah  Islamiyah  Demak. Sejak saat itu, Kerajaan Majapahit runtuh untuk selamanya, panji-npanji kebesaran (Pusaka kerajaan)  Majapahit diusung ke Demak, dan Demak menjadi kerajaan yang berdaulat penuh pada tahun 1517 M..
Raden Patah wafat tahun 1518, digantikan putranya, Adipati Yunus, yang bergelar Pangeran Sabrang Lor. Pangeran ini wafat tahun 1521 M, lalu diganti adiknya, Raden Trenggono.
Di bawah Sultan Trenggono (1521 - 1546 M), Demak mengalami masa kejayaan. Di bawah panglima Syarif Hidayatulloh, Banten dilepaskan dari Pajajaran (1526 M), Portugis berhasil diusir dari pelabuhan Sunda Kelapa (1527 M) dan pelabuhan Cirebon direbut dari Pajajaran (1528). Alasan perebutan dari Pajajaran ialah karena Pajajaran menandatangani perjanjian persekutuan secara rahasia dengan Portugis di istana Pakuan Bogor tahun 1522 M) yang dinilai sangat membahayakan Demak. Untuk memelihara kelestarian kekuasaan Demak di Jawa Barat, Syarif Hidayatulloh (Sunan Gunung Jati) diangkat sebagai penguasa daerah tersebut, setelah sebelumnya ia dinikahkan dengan adiknya, Ratu Pembayun binti Raden Patah.
Sepeninggal Sultan Trenggono, terjadi perebuatan tahta di Demak. Sunan Prawoto sebagai penggantinya. Setahun kemudian ia dibunuh Arya Penangsang. Arya pun lalu dikalahkan  Mas Karebet alias Jaka Tingkir. Akhirnya, Jaka Tingkir lah yang menjadi Sultan Demak, dengan gelar Sultan Hadiwijaya.
Selama periode Demak, Dakwah Islamiyah berkembang pesat. Tahun 1477 M Masjid Agung Demak didirikan Walisongo. Penasehat Sultan (Wali-songo) menyodorkan strategi dakwah yang jitu melalui pendekatan budaya seperti kesenian wayang, tradisi grebeg sekaten, grebeg mulud, cerita-dongeng, sya'ir dan tembang mocopat, dll.

2. Kesultanan Pajang
 Sultan Hadiwijaya mengusung pusat pemerintahan dari Demak ke wilayah pedalaman, Pajang. Dakwah Islamiyah tetap berjalan dengan pendekatan budaya. Islam dikembangkan lebih bercorak mistik, feodalistik dan sinkretistik (campur-aduk)  antara nilai-nilai hindu-budha, kejawen, dan Islam.
Tahun 1587 Sultan Hadiwijaya wafat. Pembesar Demak mengangkat Arya Pangiri bin Sunan Prawoto (menantu Sultan Hadiwijaya) sebagai  penggantinya, sementara Pangeran Benowo (putra Sultan) diangkat jadi Adipati di Jipang.
Pangeran Benowo yang merasa berhak jadi Sultan merasa tak puas, lalu minta bantuan  Sutawijaya yang menjadi Senopati dan Adipati Mataram, agar mengusir Arya Pangiri dari Pajang. Arya Pangiri akhirnya ditawan, tapi ia diangkat lagi jadi Adipati Demak.
Dengan begitu, Pangeran Benowo menjadi Sultan. Namun, setelah melihat kekuatan dan kecakapan Sutawijaya dalam pemerintahan, Pangeran Benowo akhirnya menyerahkan tahta warisan ayahnya kepada Sutawijaya tahun 1588, sementara ia menjauhi politik,  lalu memusatkan diri pada dakwah Islamiyah dengan mendirikan pesantren di daerah pedesaan.


3. Kesultanan Mataram Islam
Mataram adalah wilayah hadiah dari Sultan Hadiwijaya kepada Ki Ageng Pemanahan tahun 1577, atas jasanya  membantu SultanH mengalahkan Aria Penangsang dalam perebutan kekuasaan di Demak.
Tahun 1584 Sutawijaya menggan-tikan ayahnya jadi Adipati Mataram. Tahun 1588 menjadi Sultan pertama Mataram dengan gelar Senopati ing Ngalogo Sayidin Panotogomo,  setelah menerima limpahan kekuasaan dari Pangeran Benowo.
Sutawijaya wafat tahun 1601. Ia digantikan oleh Mas Jolang, alias Pangeran Seda Krapyak, sampai wafatnya tahun 1413. Ia diganti putranya, Mas Rangsang. Namanya diganti  Sultan Agung, dengan gelar Senopati ing Ngalogo Sayidin Panotogomo Khalifatullah ing Tanah Jawa, dan wafat tahun 1546.
Di masa Sultan Agung, Mataram mengalami masa kejayaan. Hampir seluruh pulau Jawa dipersatukan di bawah kekuasaannya. Ia adalah Sultan yang berjiwa besar, sangat cinta bangsa dan tanah air, serta cukup baik pendalaman-nya terhadap ajaran Islam.
Sewaktu penjajah Belanda (VOC) menguasai Jayakarta (Batavia), Sultan Agung dua kali (tahun 1528 dan 1529) mengirim pasukan besar menyerang Belanda di Batavia, sekalipun mengalami kegagalan. 
Di Bidang Dakwah dan Budaya, ia berhasil melakukan Akulturasi budaya, antara budaya Islam dan Jawa. Diantaranya ia menciptakan "Serat Sastra Gendhing", yang memadukan karya sastra jawa dan Islam. Ia juga menciptakan almanak/kalender yang disebut Kalender Jawa, sebagai hasil gabungan sistem kalender Syaka dan Hijriyah. Angka tahunnya melanjutkan tahun syaka (1555), tetapi sistim hisab-nya memakai perhitungan hijriyah (Qomariyah). Nama bulannya disesuaikan dengan peristiwa didalam-nya,yaitu syuro, sapar, mulud, ba'da mulud, jumadil awal, jumadil akhir, rejeb, ruwah, poso, syawal, dzulkaidah, besar. Tahun pertama dan tahun barunya dimulai tanggal 1 syuro tahun jawa 1555, bertepatan dengan tanggal 8 Juli 1633 atau 1 Muharram 1043 Hijriyah.

4.   Kesultanan Banten dan Cirebon
 Dalam salah satu versi, Syarif Hidayatullah adalah berasal dari Pasai yang lama belajar agama di Mekah. Saat Pasai dan Malaka dikuasai penjajah kafir Portugis, ia pulang dari Mekah dan langsung ke Demak untuk berjuang melawan Portugis dan mengembangkan ilmunya di Demak. Sultan Trenggono mengangkatnya jadi panglima memim-pin tentara Demak mengusir Portugis dari Sunda Kelapa tahun 1527, setelah sebelumnya ia menguasai Banten (1526) dan akhirnya Cirebon (1528), dari tangan Pajajaran yang terbukti bekerjasama dengan Portugis.
Setelah berhasil menguasai Sunda Kelapa dan mengusir Portugis, ia digelari Fatahillah (kemenangan dari Allah). Sunda Kelapa diganti Jayakarta, artinya kota kemenangan.
Dia dinikahkan dengan adik Sultan, yakni ratu Pembayun binti R. Patah, dan diberi hak untuk memerintah dan menyebarkan agama Islam di tiga daerah pesisir utara Jawa Barat tersebut.
Pada saat terjadi perebutan tahta di Demak (1546), maka Banten dan Cirebon melepaskan diri dari kekuasaan Demak dan Pajang,  untuk menjadi kerajaan merdeka.
Setelah masa tua, Syarif Hidayatullah yang terkenal dengan julukan Sunan Gunung Jati ini memusatkan diri dalam dakwah Islamiyah di Jawa Barat,  berkedu-dukan di Cirebon sampai wafatnya tahun 1570. Sementara urusan Banten, ia serahkan kepada Hasanuddin (putranya) pada tahun 1552.
Selama Hasanuddin memerintah, Banten menjadi kerajaan besar. Dakwah Islamiyah berkembang pesat.  Pelabuhan Banten menjadi pusat perdagangan ramai. Lampung dan Bengkulu masuk menjadi wilayahnya.
Hasanuddin wafat tahun 1570, sebulan setelah ayahnya wafat. Lalu ia diganti putranya, Maulana Yusuf (1570 - 1580). Di masanya, kerajaan Pajajaran yang beribukota di Pakuan Bogor diserang tahun 1579, dan Prabu Sedah, raja terakhir Pajajaran tewas. Sejak saat itu, kerajaan Hindu Pajajaran Gulung Tikar, hilang dari peredaran sejarah.
Sementara wilayah Cirebon, sepeninggal Sunan Gunungjati (1570), diperintah cicitnya, yakni Pangeran Ratu sampai wafat tahun 1650. Lalu diganti Pangeran Girilaya. Cirebon kemudian berkembang menjadi pusat penyebaran Islam sampai abad-abad selanjutnya.
  

E.  KERAJAAN ISLAM DI SULAWESI  DAN MALUKU 

1. Kesultanan Goa-Makassar.
Islam masuk ke Goa Makassar berkat jasa para pedagang dan ulama asal Minangkabau, Datu' ri Bandang. Sejak akhir abad ke-16, sudah banyak masyarakat yang masuk Islam, namun kerajaan Islam ini resmi berdiri tanggal 22 September 1605 M dengan Sultan Alaudin sebagai raja pertama yang  memerintah selama 33 tahun (1605-1639). Di masanya Islam mengalami perkembangan pesat. Kerajaan Wajo dan Bone ditundukkan, sehingga wilayah kerajaan Goa hampir mencakup wilayah  Sulawesi,.
Raja kedua: Muhammad Sa'id, memerintah selama 14 tahun (1639-1653). Lalu digantikan putranya, Sultan Hasanuddin, memerintah selama 16 tahun (1653 - 1669). Di masa Hasanuddin, Kesultanan Goa - Makassar mengalami puncak kejayaan, menjadi kerajaan yang tangguh dan kuat. Penjajah Belanda (VOC) menjuluki Hasanuddin "Ayam Jantan dari Makassar", karena beberapa kali menyerang benteng VOC, hingga armada Belanda kewalahan dan kocar-kacir.
Hasanuddin baru tunduk pada Belanda setelah raja Bone, Aru Palaka, terbujuk Belanda untuk bersama-sama menyerang Goa makassar.

2. Kesultanan Ternate  
Raja Ternate yang pertama kali masuk Islam adalah raja ke-19, bernama Sultan Marhum. Ia mengirim putranya yang bernama Zainal Abidin ke Jawa untuk mempelajari Islam, langsung di bawah bimbingan Sunan Giri. Sekembali-nya dari Giri, ia sebarkan Islam kepada rakyat Ternate.
Sepeninggal Sultan Marhum, ia diganti sultan Zainal Abidin, kemudian diganti putranya, sultan Khirun.Sebelum Khairun jadi sultan, penjajah  Portugis yang punya semboyan  3 G (Gold, Glory and Gospel, alias : Emas, Kemasyhuran, dan Injil) sudah masuk ke Ternate Maluku. Mula-mula bertujuan dagang, namun ujung-ujungnya ternyata ingin menguasai kerajaan dan mengkristenkan rakyat. Untuk itu sultan Khairun berjuang memerangi dPortugis dari Ternate, kemudian diteruskan putranya yang bernama sultan Babulloh (1570-1583), sampai Portugis hengkang dari Ternate. 
Kesultanan Ternate mulai pudar setelah Indonesia dalam penjajahan Belanda.  

  
UJI  KOMPETENSI

1. Sejak kapan Islam mulai masuk ke Indonesia ! Jelaskan alasan / buktinya!
2. Sejak kapan Islam mulai berkembang  di Indonesia dan jelaskan alasannya!
3. Sebutkan dua jalur masuknya Islam ke Indonesia!
4. Apa yang mendorong setiap kaum muslimin untuk menyebarkan Islam !
5. Sebutkan, daerah mana yang pertama kali kedatangan Islam antara abad 7-12!
6. Sebutkan 6 saluran atau jalur proses Islamisasi di Indonesia
7. Siapa yang dipandang sebagai pendiri pertama pesantren di pulau Jawa?
8. Kenapa masyarakat lebih mudah menerima Islam lewat ajaran tasawuf!
9. Tersebarnya Islam di Jawa adalah atas jasa Walisongo. Apa-siapa Walisongo tersebut! Dan sebutkan nama 9 nama yang terkenal!
10.Tahun berapa kesultanan Demak berdiri! Ditandai candrasengkala apa?
11.Siapa yang mengangkat R. Patah sebagai sultan pertama Demak? Dan jelaskan latar belakang pengangkatan!
12. Apa alasan R. Patah menyerang dan meruntuhkan Majapahit tahun 1517?
13. Pada masa siapa Demak mengalami kejayaan? Sebutkan jasa-jasanya !
14. Sebutkan jasa-jasa Demak dalam mengembangkan dakwah Islamiyah!
15. Siapa pendiri kesultanan Pajang? tahun berapa? Diperoleh dengan cara apa?
16. Jelaskan corak keislaman yang dikembangkan kesultanan Pajang?
17. Apa yang dilakukan P.Benowo me-nyangkut nasib Pajang tahun 1588?
18. Kapan kesultanan Mataram berdiri? Siapa pendirinya? Diperoleh dengan cara apa? Pada masa siapa Mataram mengalami masa kejayaan?
19. Sultan Agung memerintah Mataram dalam rentang tahun berapa? Apa gelarnya?
20. Sebutkan jasa-jasa Sultan Agung dalam pengembangan dakwah dan budaya!
21. Apa yang Anda ketahui tentang Kalender  Jawa?
22. Siapa pendiri kesultanan Banten dan Cirebon? Jelaskan, apa penyebab  berdirinya?
23. Sebutkan jasa sultan Hasanuddin selama memerintah Banten?
24. Siapa pendiri kesultanan Samudera Pasai? Tahun berapa berdiri?
25. Di masa siapa Samudera Pasai mengalami kejayaan? Siapa pengem-bara Muslim yang pernah singgah!
26. Kapan Samudera  Pasai ditaklukkan Portugis, dan kapan dilebur kedalam kesultanan Aceh Darussalam!
27. Siapa pendiri kesultanan Aceh Darus-salam? tahun berapa?
28. Pada masa sultan siapa Aceh Darussa-lam mengalami kejayaan? Dan apa jasanya dalam dakwah Islamiyah!
29. Sejak kapan Aceh Darussalam menjadi lemah, mundur dan  kacau?
30. Sebutkan 4 ulama besar di masa kejayaan Aceh Darussalam?
31. Siapa yang berjasa dalam penyebaran Islam di  Sulawesi?
32. Kapan kesultanan Goa-Makassar berdiri? Siapa pendirinya dan apa jasanya?
33. Siapa yang dijuluki “Si Ayam Jantan dari Makassar”? Jelaskan alasannya!
34. Siapa sultan Ternate yang pernah dikirim belajar agama ke Giri?
35. Siapa yang berjasa mengobrak-abrik dan mengusir Portugis dari Ternate Maluku?
36. Apa semboyan Portugis dalam menjajah daerah -daerah di Nusantara! Jelaskan !